Kondisi kesehatan di Sudan bak neraka hidup! Perang saudara yang tak kunjung usai, kini mendekati tahun keempatnya, telah melumpuhkan sistem kesehatan negara itu hingga ke titik terendah. Ratusan fasilitas medis porak-poranda, tenaga kesehatan jadi korban, dan gudang-gudang obat penting habis dijarah oleh para pejuang yang terlibat konflik.
Bukan hanya bangunan yang hancur, tetapi harapan jutaan warga untuk mendapatkan perawatan layak juga ikut sirna. Mereka yang sakit atau terluka harus mempertaruhkan nyawa, menerobos baku tembak, dan melewati pos pemeriksaan bersenjata yang kejam, hanya demi mencari pertolongan medis. Situasi ini diperparah dengan kelangkaan obat-obatan dan tenaga medis yang terus berkurang, membuat penyakit-penyakit sederhana pun bisa menjadi vonis mati.
Analisis singkat menunjukkan, kehancuran sektor kesehatan ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah di Sudan, di mana jutaan orang sudah menghadapi kelaparan dan pengungsian. Tanpa akses ke layanan kesehatan dasar, angka kematian akibat penyakit dan luka yang seharusnya bisa diobati dipastikan akan melonjak tajam, menjerumuskan Sudan lebih dalam lagi ke jurang penderitaan tanpa akhir.