Jakarta - Kabar duka datang dari dunia televangelis Amerika Serikat. Jim Bakker, tokoh yang pernah membangun kerajaan media bernilai jutaan dolar sebelum akhirnya dipenjara karena kasus penipuan, meninggal dunia pada usia 86 tahun. Kabar ini diumumkan langsung oleh istri keduanya, Lori Bakker, pada Senin (waktu setempat).
Lori mengenang suaminya sebagai "pelopor televisi Kristen". Namun, perjalanan hidup Bakker bukan tanpa kontroversi. Bersama istri pertamanya, Tammy Faye, ia mendirikan program The PTL Club pada 1974. Program ini sukses besar dengan 13 juta penonton setiap harinya.
Puncak kejayaan mereka terlihat dari gaya hidup mewah yang mereka pamerkan. Pasangan ini拥有 jet pribadi, banyak rumah, mobil mewah, hingga kompleks taman hiburan Heritage USA seluas 930 hektar di South Carolina. Namun, kejayaan itu runtuh pada 1987 setelah skandal seks dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, terungkap.
Skandal tersebut berujung pada vonis bersalah atas 24 tuduhan penipuan surat dan kawat pada 1989. Bakker harus mendekam di penjara lebih dari empat tahun. Setelah bebas pada 1994, ia menikah lagi dengan Lori pada 1998 dan kembali membangun pelayanan TV pada 2003 melalui The Jim Bakker Show.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat Indonesia, kisah hidup Bakker menjadi pengingat keras tentang bahaya blind faith atau kepercayaan buta terhadap figur publik, terutama di ranah spiritual. Fenomena "televangelisme" yang menggabungkan agama dan bisnis hiburan seringkali menciptakan ilusi kekayaan yang tidak sehat. Kasus Bakker juga menyoroti pentingnya transparansi keuangan dalam organisasi keagamaan untuk mencegah penyelewengan dana umat.