Tekanan di kursi pelatih Manchester United semakin memuncak jelang laga tandang ke markas Como di Liga Champions, Kamis (2/10) dini hari WIB. Manajer Michael Carrick harus menghadapi badai cedera yang membuat tujuh pemain inti dipastikan absen, memperparah rekor buruk timnya musim ini.
Carrick menegaskan ia tidak memerlukan jaminan dari manajemen klub soal masa depannya. Baginya, satu-satunya cara meredam spekulasi adalah dengan meraih kemenangan. "Saya tahu kami harus menang agar semuanya berjalan lancar. Saya tidak butuh reassurance, saya paham tanggung jawab saya," ujarnya dalam konferensi pers di Italia.
Namun, misi bangkit itu bakal terjal. Setan Merah kehilangan Lisandro Martinez yang ditarik keluar saat imbang 1-1 melawan Leeds akhir pekan lalu. Martinez bergabung dengan Luke Shaw, Kobbie Mainoo, Marcus Rashford, Benjamin Sesko, Patrick Dorgu, dan Ayden Heaven di ruang perawatan.
Krisis ini menjadi pukulan telak mengingat United baru menang dua kali dari 10 laga di semua kompetisi. Mereka juga mencatat start terburuk di liga domestik dalam 40 tahun terakhir, tersingkir dari Piala Liga oleh Brighton, dan dipermak Atletico Madrid pekan lalu. Carrick yang diangkat permanen pada Mei lalu kini menjadi manajer terbaru yang berada di bawah tekanan besar di Old Trafford sejak era Alex Ferguson berakhir pada 2013.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat dan penggemar, situasi ini memicu kekhawatiran akan masa depan klub. Cedera massal tidak hanya mengganggu performa tim, tetapi juga memanaskan spekulasi soal manajemen skuad dan stabilitas kepemimpinan. Laga melawan Como akan menjadi ujian mental sekaligus indikator apakah Carrick masih memiliki kepercayaan dari ruang ganti dan manajemen.