PERANG ENERGI MEMANAS: UKRAINA DIHUJANI DRONE, RUSIA KEHILANGAN - Berita Dunia
← Kembali

PERANG ENERGI MEMANAS: UKRAINA DIHUJANI DRONE, RUSIA KEHILANGAN

Foto Berita

Situasi perang di Ukraina kian memanas setelah intelijen Kyiv mengungkap kekhawatiran serangan lanjutan Rusia ke sektor energi, yang diperkirakan bakal menyulitkan upaya damai. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sendiri memperingatkan taktik ini akan menghambat dialog. Serangan ke infrastruktur energi tak hanya merusak fasilitas, tetapi juga berpotensi memperpanjang penderitaan warga sipil yang bergantung pada pasokan dasar.

Di garis depan, Moskow mengklaim berhasil menembak jatuh 345 drone Ukraina dalam 24 jam terakhir, sekaligus merebut dua permukiman baru, Pokrovka dan Minkivka, di Ukraina timur. Klaim ini menyoroti intensitas pertempuran sengit di Donbas, di mana Rusia berupaya keras menguasai wilayah strategis.

Sementara itu, Ukraina juga menunjukkan respons militernya. Sebuah serangan drone pada Minggu lalu menyebabkan kebakaran di Pelabuhan Taman Rusia, Laut Hitam, yang merupakan jalur penting untuk ekspor minyak, gandum, dan komoditas lainnya. Insiden ini, yang berpotensi memicu kerugian ekonomi bagi Rusia, merupakan bagian dari strategi Kyiv untuk mengganggu logistik dan sumber daya musuh.

Dalam konteks dukungan internasional, Ukraina telah menerima 4,4 juta amunisi kaliber besar berkat skema yang melibatkan produsen senjata Ceko dan dana dari donor asing. Bantuan krusial ini penting untuk menjaga daya tahan militer Ukraina di tengah pasokan yang terus menipis dan kebutuhan di garis depan.

Di tengah konflik fisik, perang informasi dan tuduhan korupsi juga mewarnai. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menuduh Rusia bertanggung jawab atas serangan pada pipa Druzhba dan mengkritik kebisuan Hungaria terkait insiden tersebut. Jika terbukti, serangan terhadap jalur pipa ini bisa memicu kekhawatiran pasokan energi di Eropa, mengingat pentingnya Druzhba sebagai koridor distribusi.

Tak hanya itu, masalah internal juga muncul. Mantan Menteri Energi Ukraina, German Galushchenko, didakwa membantu pencucian uang suap dan menyembunyikan jutaan dolar di luar negeri. Penangkapan Galushchenko saat mencoba meninggalkan negara itu, serta perluasan investigasi oleh Badan Antikorupsi Ukraina (NABU) ke 15 yurisdiksi asing, menunjukkan komitmen Kyiv memberantas korupsi. Langkah ini vital untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan dukungan internasional terus mengalir.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook