Hasil referendum awal di Alberta menunjukkan lebih dari dua pertiga pemilih menolak pemisahan diri dari Kanada. Kemenangan telak kubu persatuan ini praktis mengubur ambisi gerakan separatis yang selama ini diam-diam bergerak di provinsi kaya minyak tersebut.
Bagi para pemimpin gerakan separatis, hasil ini tentu memukul meski sudah diprediksi lewat survei. Mitch Sylvestre, salah satu tokoh separatis, hanya bisa berkata singkat ke BBC: 'Tidak senang.' Namun, Jeffrey Rath, jubir utama gerakan, menegaskan perjuangan belum usai. 'Kami akan menyingsingkan lengan baju dan bekerja lebih keras,' ujarnya.
Perdana Menteri Mark Carney langsung menyambut hasil ini sebagai 'pilihan jelas' rakyat Alberta. Sementara itu, Premier Alberta Danielle Smith yang getol mendukung kubu persatuan menuai kritik karena dianggap berjudi politik. Ia sengaja menurunkan ambang batas petisi agar isu ini bisa dibawa ke referendum rakyat, meski sifatnya hanya non-binding atau tidak mengikat secara hukum. Langkah ini diambil untuk menghindari blokade pengadilan terkait konsultasi dengan suku asli First Nations.
Dampak bagi masyarakat: Kemenangan kubu persatuan memberi kepastian stabilitas politik dan ekonomi di Kanada yang tengah menghadapi ancaman tarif dari AS. Namun, akar masalah ketidakpuasan terhadap pemerintahan pusat di Ottawa masih membara. Isu ini diprediksi akan terus menghantui politik Alberta dan bisa menjadi senjata bagi oposisi untuk menggoyang kursi kepemimpinan Smith di partai berkuasa.