PERANG IRAN & TARIF TRUMP JADI AMUNISI OBAMA - Berita Dunia
← Kembali

PERANG IRAN & TARIF TRUMP JADI AMUNISI OBAMA

Foto Berita

Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden petahana Donald Trump kembali beradu retorika di hadapan publik. Keduanya menggelar kampanye rival di Georgia dan Ohio pada Rabu lalu, tepat lima hari menjelang pemilihan umum paruh waktu (midterm). Isu panas yang diangkat bukan main-main: mulai dari perang terbuka dengan Iran, kebijakan tarif yang kontroversial, hingga kondisi ekonomi domestik yang kian tertekan.

Dalam pidatonya di Atlanta, Obama melontarkan kritik tajam terkait keputusan Trump yang dianggap memulai perang tidak perlu melawan Iran. Konflik yang meletus sejak akhir Februari lalu tersebut memicu respons keras dari Teheran, termasuk penutupan Selat Hormuz—jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas global. Menurut Obama, dampak dari konflik ini sangat terasa di kantong masyarakat Amerika: harga minyak, solar, dan hampir semua barang kebutuhan pokok melambung tinggi. Ia juga menyoroti menipisnya stok rudal pertahanan AS, yang membuat posisi negara tersebut semakin rentan.

Bukan hanya soal perang, Obama juga menyoroti kebijakan tarif impor Trump yang dinilai gagal. Alih-alih menekan defisit, kebijakan ini justru membebani konsumen dengan harga barang yang lebih mahal dan membengkakkan utang negara hingga mencapai 40 triliun dolar AS. Secara khusus, Obama menyoroti perang dagang dengan Kanada—sekutu dekat AS—yang berpotensi semakin memanas dengan rencana tarif 50 persen pada kendaraan dan suku cadang otomotif mulai Januari 2027.

Analisis Dampak: Adu retorika ini menjadi sinyal kuat bahwa isu ekonomi dan keamanan nasional akan menjadi penentu utama dalam pemilu paruh waktu. Bagi masyarakat umum, kenaikan harga akibat perang dan tarif adalah masalah nyata yang lebih mendesak daripada retorika politik. Sementara itu, ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mengguncang stabilitas harga energi global, termasuk di Indonesia, jika konflik tidak segera mereda. Pengamat politik menilai pernyataan Obama ini efektif untuk menggalang suara basis Demokrat yang kecewa dengan kebijakan luar negeri Trump yang cenderung agresif.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook