Arcadia, California - Guojun Xuan (66) dan Silvia Zhang (39) ditangkap di kediaman mewah mereka di Arcadia, California, pada Selasa lalu. Pasangan ini menghadapi tuduhan berlapis terkait dugaan penyiksaan terhadap sedikitnya 14 anak yang lahir melalui program surogasi (ibu pengganti), termasuk bayi berusia dua bulan.
Jaksa Distrik Los Angeles, Nathan J Hochman, menyebut kasus ini sebagai 'rumah horor' dengan skala korban yang belum pernah terjadi sebelumnya. Investigasi terungkap setelah Zhang membawa bayi berusia dua bulan ke rumah sakit dengan cedera kepala pada Mei 2025. Zhang mengklaim bayi tersebut jatuh dari tempat tidur, namun staf medis mencurigai adanya kekerasan dan melapor ke polisi.
Saat penggeledahan, polisi menemukan 21 anak yang tinggal di rumah tersebut, dengan rentang usia dua bulan hingga 13 tahun. Di dalam rumah, ditemukan tiga ruangan yang disebut 'pusat pembelajaran' yang diawasi oleh beberapa pengasuh. Pasangan ini diduga memasang 32 kamera pengintai untuk memantau disiplin yang diberikan pengasuh, dan rekaman video menunjukkan tindakan kekerasan fisik seperti memukul dan menampar anak-anak.
Pasangan ini juga menjalankan perusahaan surogasi dan dituduh memberikan pernyataan palsu kepada setidaknya dua wanita yang menjadi ibu pengganti. Hingga Mei 2025, Zhang memiliki catatan spreadsheet yang melacak 21 anak yang lahir dari program tersebut. Pengacara pasangan tersebut membantah tuduhan dan menyebut klien mereka tidak bersalah.
Dampak bagi Masyarakat: Kasus ini menyoroti celah regulasi dalam industri surogasi komersial di Amerika Serikat, khususnya terkait perlindungan hukum bagi bayi dan ibu pengganti. Masyarakat diminta lebih waspada terhadap praktik surogasi ilegal yang berpotensi mengeksploitasi anak dan perempuan. Kasus ini juga memicu diskusi tentang pengawasan ketat terhadap rumah tangga yang memiliki banyak anak melalui jalur surogasi.