AFRICA DAN EROPA BEREBUT SUARA ASIA - Berita Dunia
← Kembali

AFRICA DAN EROPA BEREBUT SUARA ASIA

Foto Berita

Tokyo, Jepang - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) masih belum menentukan sikap terkait dukungan mereka untuk pemilihan ulang Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menegaskan bahwa pihaknya tidak memihak kepada siapa pun dalam kontestasi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Sheikh Salman di Tokyo, Jepang, Kamis (14/11/2024) waktu setempat. Ia menekankan bahwa AFC akan selalu menyuarakan apa yang terbaik untuk sepak bola, bukan hanya untuk Asia, tanpa terpengaruh tekanan politik dari pihak mana pun.

Pemilihan Presiden FIFA sendiri dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang. Infantino, yang saat ini menjabat, akan mencalonkan diri untuk periode keempatnya. Ia menghadapi tantangan berat, terutama dari negara-negara Eropa, namun memiliki dukungan kuat dari Afrika. Dalam situasi ini, suara dari 47 anggota AFC bisa menjadi penentu kemenangan (swing votes).

Menariknya, sikap AFC kali ini terlihat lebih lunak dibandingkan dua bulan lalu. Saat itu, AFC bersama konfederasi dari Amerika Utara dan Eropa sempat menuding Infantino melakukan 'pelanggaran kepercayaan fundamental' terkait rencana penjualan hak siar Piala Dunia senilai USD 4,2 miliar yang kini dibatalkan.

Di internal Asia sendiri, suara masih terbelah. Qatar, tuan rumah Piala Dunia 2022, secara terbuka mendukung Infantino, sementara Yordania menyatakan oposisi. Infantino juga terlihat gencar melakukan safari politik ke negara-negara dengan federasi kecil seperti Bhutan dan Bangladesh untuk mengamankan suara, mengingat setiap negara memiliki satu hak suara yang sama dengan negara besar seperti Spanyol atau Prancis.

Analisis Dampak: Ketidakpastian sikap AFC ini menjadi sinyal bahwa politik sepak bola Asia sedang bermain aman. Bagi masyarakat pecinta bola, keputusan siapa yang memimpin FIFA akan sangat berdampak pada kebijakan turnamen global, termasuk potensi rotasi tuan rumah dan format kompetisi. Jika Infantino kembali terpilih dengan dukungan Asia, hubungan dagang dan sepak bola di kawasan ini diprediksi akan semakin erat, namun jika ia kalah, stabilitas program pembinaan usia muda yang digagasnya bisa terancam berubah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook