WARGA MOCHA TERJEBAK DALAM KOTA ZONA KEMATIAN - Berita Dunia
← Kembali

WARGA MOCHA TERJEBAK DALAM KOTA ZONA KEMATIAN

Foto Berita

Warga sipil di Kota Mocha, Yaman, kini terjebak dalam situasi yang makin memburuk setelah pasukan Houthi menguasai wilayah pelabuhan strategis di Laut Merah tersebut. Ribuan orang dilaporkan masih bertahan di kota itu, meski pemerintah Yaman yang diakui internasional telah mendeklarasikan Mocha dan sekitarnya sebagai zona tembak atau kill box.

Kisah pilu datang dari Nabil, seorang buruh harian berusia 40-an tahun yang tinggal di Desa Yakhtul, utara Mocha. Ia menyaksikan sendiri bagaimana warga berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka saat fajar pada 10 September, beberapa jam sebelum pasukan Houthi masuk ke kota. Meski begitu, Nabil memilih bertahan bersama keluarganya.

"Pengungsian itu adalah penghinaan dan kehilangan tempat tinggal," ujarnya. "Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, jadi tidak ada yang perlu saya takutkan. Saya tidak memihak siapa pun."

Sejak Houthi menguasai Mocha dari pasukan pemerintah, situasi keamanan makin tidak menentu. Pemerintah menuding Houthi memaksa warga untuk ikut berdemonstrasi atau bergabung dengan barisan mereka. Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengaku tiga tetangganya telah direkrut dan dipersenjatai Houthi. Kini mereka bertempur di garis depan melawan pasukan pemerintah.

Yang lebih mencemaskan, keluar dari Mocha kini nyaris mustahil. Setelah status kill box diberlakukan, pemerintah sempat membuka jalan lama al-Barh untuk evakuasi. Namun, sebagian warga berhasil keluar, sebagian lagi dicegat Houthi, dan sisanya memilih bertahan karena takut menghadapi pahitnya pengungsian.

Houthi juga memberlakukan jam malam di kota tersebut. Harga kebutuhan pokok melonjak tajam, membuat kehidupan warga semakin sulit. Mocha sendiri terletak sekitar 75 kilometer dari Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran vital di Laut Merah yang berkali-kali menjadi sasaran serangan Houthi sejak akhir 2023.

Dampaknya bagi masyarakat sangat besar. Kota yang dulunya menjadi tempat perlindungan bagi warga Yaman yang melarikan diri dari kekuasaan Houthi, kini berubah menjadi perangkap maut. Ribuan warga sipil terancam terjebak dalam konflik bersenjata tanpa jalan keluar yang aman, sementara akses bantuan kemanusiaan semakin sulit dijangkau.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook