Washington, DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim pihaknya berhasil melumpuhkan pemimpin geng kriminal paling ditakuti di Venezuela, Tren de Aragua. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial, Trump menunjukkan video operasi militer yang disebutnya sebagai serangan 'cepat dan mematikan'.
Trump menyebut target operasi adalah Hector Rusthenford Guerrero Flores. Ia juga mengapresiasi pemerintah Venezuela yang disebutnya turut membantu dalam operasi tersebut. Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Venezuela mengenai klaim tersebut.
Jika benar, ini menjadi pukulan telak bagi jaringan kriminal lintas negara yang selama ini meresahkan warga Venezuela dan negara tetangga. Tren de Aragua dikenal brutal, menguasai jalur narkoba, perdagangan manusia, dan pemerasan. Kehilangan pemimpin mereka bisa memicu perebutan kekuasaan internal yang justru meningkatkan kekacauan.
Namun, analis keamanan mengingatkan bahwa membunuh satu pemimpin geng belum tentu membasmi organisasi. Justru, kekosongan kekuasaan bisa memicu aksi balas dendam atau perang saudara antar faksi yang lebih brutal. Situasi di perbatasan Kolombia-Venezuela patut diwaspadai.