Gelombang protes besar-besaran kembali mengguncang Spanyol. Ratusan orang turun ke jalan di depan gedung Parlemen, menuntut solusi atas harga sewa yang melambung tinggi dan minimnya hunian terjangkau. Pemicunya tragis: kematian Maricarmen Abascal, seorang perempuan berusia 87 tahun yang sebelumnya mengalami penggusuran paksa dari rumahnya.
Kasus Abascal menjadi simbol pahit krisis perumahan di Negeri Matador. Selama berhari-hari, massa mendesak pemerintah bertindak tegas. Situasi ini kian panas menjelang pemilihan umum snap, di mana isu perumahan menjadi salah satu agenda paling sensitif bagi para politisi.
Dampaknya bagi masyarakat sangat luas. Harga properti dan sewa yang tidak terkendali membuat generasi muda dan lansia terancam kehilangan tempat tinggal. Tekanan publik ini diprediksi akan memaksa partai politik peserta pemilu untuk berjanji mereformasi kebijakan properti, jika tidak ingin kehilangan suara.