WARGA AS MARAH BESAR, PUSAT DATA AI KINI JADI TARGET - Berita Dunia
← Kembali

WARGA AS MARAH BESAR, PUSAT DATA AI KINI JADI TARGET

Foto Berita

Jakarta - Gelombang protes terhadap pembangunan pusat data (data center) di Amerika Serikat (AS) semakin memanas. Masyarakat mulai muak dengan kehadiran fasilitas raksasa yang identik dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) ini karena dianggap mengganggu kehidupan sehari-hari.

Perubahan sikap publik ini begitu cepat hingga membuat para politisi di Washington kelabakan. Seorang penasihat senior di Senat AS mengungkapkan bahwa isu ini awalnya dianggap remeh, namun kini menjadi prioritas utama. Bahkan, senator dari Partai Demokrat tersebut kini rutin menggelar rapat khusus untuk merancang undang-undang yang bisa mengekang ekspansi liar pusat data.

Pemicu utamanya adalah dampak langsung yang dirasakan warga. Di Indiana, misalnya, seorang warga bernama Angelita Soriano mengaku cemas karena rumahnya bakal dikepung proyek raksasa Amazon yang terdiri dari 26 gedung dan 782 generator diesel. Ia merasa dijadikan 'kelinci percobaan' atas ambisi teknologi yang belum tentu ia butuhkan.

Skala pembangunan ini memang masif. Di Ohio, proyek kolaborasi OpenAI, Nvidia, dan Departemen Energi AS bahkan direncanakan menempati area seluas enam mil persegi, atau setara dengan satu kota kecil. Saat ini, ada sekitar 3.000 pusat data di AS, dan jumlahnya diprediksi berlipat ganda dalam beberapa tahun ke depan.

Analisis Dampak: Fenomena ini menunjukkan bahwa transisi menuju era AI tidak hanya soal inovasi digital, tapi juga benturan dengan kenyamanan warga. Politisi dari Partai Republik maupun Demokrat kini dipaksa mengambil sikap tegas untuk meraup suara. Bagi masyarakat global, ini menjadi peringatan dini bahwa infrastruktur AI membutuhkan sumber daya lahan dan energi yang sangat besar, yang seringkali harus dibayar mahal dengan kualitas hidup warga sekitar.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook