Seorang pengusaha Hindu di Bangladesh, Krishna Nandi, bikin geger jagat politik. Ia maju sebagai calon parlemen dari partai Islam konservatif, Jamaat-e-Islami, dan berani menantang narasi yang menyebut partai Islam pasti akan menindas kaum minoritas.
Nandi, yang juga seorang pebisnis, lantang menyuarakan bahwa ketakutan minoritas selama ini hanyalah propaganda politik belaka. Ia menegaskan, jika Jamaat-e-Islami berkuasa, umat Hindu tak akan terusir atau dipaksa hijrah ke India. Sebaliknya, mereka akan hidup bermartabat, aman, dan dihormati di tanah air sendiri, dengan jaminan keamanan dan keadilan setara di mata hukum.
Kandidat dari daerah pemilihan Khulna-1 ini mengaku bergabung dengan Jamaat sejak 2003 karena yakin pada integritas partai, bukan karena oportunisme. Ia melihat Jamaat menawarkan kedisiplinan, akuntabilitas, dan kejelasan moral, jauh berbeda dari partai-partai tradisional yang menurutnya seringkali terjebak dalam korupsi, kekerasan, dan impunitas.
Pencalonan Nandi ini memang sontak memicu perdebatan nasional, sekaligus menyentil isu politik identitas yang sensitif di Bangladesh. Selama bertahun-tahun, kelompok minoritas, khususnya Hindu, kerap menjadi target kekerasan, diskriminasi, hingga marginalisasi ekonomi di tengah gejolak politik. Pengusaha Hindu ini berjanji untuk membawa keadilan bagi mereka yang dizalimi, memastikan tidak ada lagi yang dipecat secara tidak adil atau menjadi korban intimidasi.
Kemunculan Nandi menjadi semacam 'angin segar' bagi warga yang mulai kehilangan kepercayaan pada partai politik konvensional. Mereka kini mencari alternatif yang serius mengusung keadilan, tata kelola pemerintahan yang baik, dan tanggung jawab moral. Dalam konteks politik Bangladesh yang sering diwarnai ketegangan antara kelompok agama, pencalonan Nandi dari partai Islam bisa menjadi sinyal penting: bahwa harapan untuk inklusivitas dan perlindungan minoritas mungkin bukan lagi sekadar impian. Ini sekaligus menyoroti dinamika menarik di mana persepsi lama tentang partai Islam sedang diuji dan berpotensi berubah.