Riyadh, Arab Saudi - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memukul industri hiburan dan olahraga Arab Saudi. Otoritas setempat resmi menunda turnamen tenis eksibisi bergengsi 'Six Kings Slam' dari jadwal semula Oktober ke akhir Desember 2025. Penundaan ini terjadi di tengah situasi keamanan yang memanas akibat serangan rudal dari kelompok Houthi, Yaman.
Ketua General Entertainment Authority (GEA), Turki al-Sheikh, menyebut alasan penundaan sebagai 'tantangan organisasi dan logistik'. Namun, keputusan ini diambil hanya beberapa saat setelah Liga Pro Saudi (SPL) juga menunda tiga pertandingan besar, termasuk laga Al-Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Langkah ini diambil untuk alasan 'logistik', dengan mempertimbangkan waktu istirahat wajib para pemain di tengah situasi darurat.
Turnamen Six Kings Slam yang seharusnya digelar 21-24 Oktober dan disiarkan langsung oleh Netflix, kini dijadwalkan ulang pada 27-30 Desember. Bintang tenis dunia seperti Carlos Alcaraz, Novak Djokovic, dan Alexander Zverev dipastikan tetap ambil bagian dalam jadwal baru tersebut.
Penundaan ini bukan tanpa sebab. Beberapa hari sebelumnya, pertandingan Liga Champions AFC antara Al-Nassr melawan Neftchi Fergana sempat tertunda satu jam setelah koalisi militer mengumumkan telah mencegat rudal yang ditembakkan Houthi ke arah Riyadh. Meski demikian, Turki al-Sheikh menegaskan pertandingan tinju akbar antara Canelo Alvarez dan Christian M'billi tetap akan berlangsung pada 31 Oktober mendatang, dengan alasan Canelo tidak takut dengan situasi yang ada.
Analisis Dampak: Penundaan jadwal ini menunjukkan bahwa konflik militer di Yaman mulai berdampak langsung pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata Arab Saudi. Bagi masyarakat global, ini adalah sinyal bahwa kawasan tersebut sedang tidak stabil untuk kunjungan wisata olahraga. Sementara bagi penggemar di Indonesia, perubahan jadwal ini akan menggeser jam tayang pertandingan, namun memastikan keselamatan para atlet tetap menjadi prioritas utama.