JAKARTA, Media Online – Timnas Iran memutuskan untuk menyerahkan paspor seluruh pemain dan staf ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara, Turkiye, demi mengurus visa. Langkah ini mereka ambil di tengah ketegangan politik yang masih membara antara Teheran dan Washington.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan instruksi langsung dari FIFA. "Kami diminta menyerahkan semua paspor ke Kedubes AS di Ankara," ujar Taj, Jumat (13/6/2025). Timnas Iran dijadwalkan terbang dari Turkiye ke Spanyol pada Sabtu, sebelum akhirnya menuju base camp mereka di Tijuana, Meksiko.
Yang menarik, seluruh pertandingan Iran di Piala Dunia 2026 justru akan digelar di Amerika Serikat. Mereka akan menghadapi Selandia Baru (15 Juni) dan Belgia (21 Juni) di Los Angeles, serta Mesir (27 Juni) di Seattle. Awalnya, Iran berencana berkantor di Tucson, Arizona, namun akhirnya memilih Tijuana yang berada di perbatasan Meksiko-AS.
Analisis: Situasi ini menjadi ujian nyata bagi diplomasi olahraga. Di tengah konflik Timur Tengah yang masih panas, proses visa ini bisa menjadi barometer apakah sepak bola benar-benar bisa netral dari politik. Jika visa ditolak, bukan tidak mungkin Iran akan memboikot turnamen. Namun, tekanan dari FIFA dan kekhawatiran akan sanksi membuat AS kemungkinan besar akan mengeluarkan visa tersebut. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Iran sangat serius tampil di Piala Dunia, terbukti dari kemenangan 2-0 atas Mali di laga uji coba terakhir mereka.