AS ANCAM TAHAN IURAN NATO, MINTA EROPA BIAYAI PERTAHANAN SENDIRI - Berita Dunia
← Kembali

AS ANCAM TAHAN IURAN NATO, MINTA EROPA BIAYAI PERTAHANAN SENDIRI

Foto Berita

WASHINGTON DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengumumkan tinjauan besar-besaran terhadap penempatan pasukan AS di Eropa. Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa Washington mulai lelah menanggung beban pertahanan sekutu NATO yang dianggap 'numpang gratis'.

Dalam pertemuan dengan para menteri pertahanan NATO di Brussel, Kamis (13/2), Hegseth dengan tegas menyatakan bahwa tinjauan yang akan berlangsung hingga enam bulan ini dirancang untuk memastikan negara-negara Eropa mengambil alih tanggung jawab utama pertahanan benua mereka sendiri.

'Tidak ada lagi keraguan. Ini adalah tinjauan nyata yang bertujuan memastikan NATO bergerak cepat dan tidak bisa kembali lagi menuju Eropa yang memimpin,' ujar Hegseth, seperti dikutip Al Jazeera.

Ancaman paling keras adalah AS akan menahan sebagian iuran keanggotaan NATO jika sekutu tidak memenuhi komitmen belanja pertahanan. Hegseth juga mengkritik negara anggota yang menolak memberikan izin pangkalan dan terbang saat AS berperang melawan Iran.

Analis militer menilai langkah ini merupakan perubahan doktrin paling dramatis sejak Perang Dingin. 'AS sedang mempersiapkan diri untuk kemungkinan konflik di berbagai kawasan secara bersamaan, sehingga tidak bisa lagi menjadi 'polisi dunia' yang sendirian,' kata pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Widjajanto.

Menariknya, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengakui bahwa pengurangan kontribusi AS terhadap pasukan krisis NATO sudah mulai berlaku. 'Apakah ini segera? Ya, ini segera,' kata Rutte.

Sementara itu, negara-negara Eropa dan Kanada telah meningkatkan belanja pertahanan hingga 90 miliar dolar AS tahun lalu, naik 20 persen dibanding 2024. Namun, celah kemampuan militer yang ditinggalkan AS masih sangat besar, mulai dari pesawat pengisi bahan bakar, jet tempur, drone, hingga kapal perang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook