KETIKA PIALA DUNIA JADI KORBAN POLITIK AS-IRAN - Berita Dunia
← Kembali

KETIKA PIALA DUNIA JADI KORBAN POLITIK AS-IRAN

Foto Berita

Jakarta – Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran kembali merembet ke dunia olahraga. Jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Meksiko, dan Kanada, timnas Iran meluapkan kemarahannya. Pasalnya, pemerintah AS secara sepihak menolak memberikan visa kepada sejumlah besar staf kunci timnas Iran yang akan bertanding.

Insiden ini pecah pada Sabtu (31/5) waktu setempat, hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai pada 11 Juni. Para pemain Iran yang sudah menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki, memang akhirnya mendapatkan visa pada Jumat malam. Namun, Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, yang mengumumkan hal itu justru memicu respons keras dari Kedutaan Besar Iran.

“Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa ditolak untuk sebagian besar staf manajerial, eksekutif, penasihat teknis, dan lainnya yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tim nasional?” tulis Kedubes Iran di Turki dalam unggahan di X, yang dilansir dari laporan Al Jazeera, Minggu (1/6).

Mereka menuduh AS melakukan perlakuan diskriminatif yang disengaja dan telah meningkat ke level tertinggi. Media Iran melaporkan, sejumlah petinggi yang ditolak visanya antara lain Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj, Direktur Mehdi Kharati, Sekjen Federasi Hedayat Mombini, dan Direktur Media Mohsen Motamedkia.

Federasi Sepak Bola Iran mengecam keras langkah AS yang dianggap mencampuradukkan politik dengan olahraga. Mereka menyebut keputusan ini bertentangan dengan hukum olahraga internasional dan akan membawa masalah ini ke FIFA.

“Pemerintah AS, melanjutkan aksi permusuhannya terhadap tim nasional... membuat keputusan non-olahraga dan sepenuhnya politis untuk menolak visa anggota kunci tim,” demikian pernyataan resmi federasi seperti dikutip media pemerintah Iran.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya kembali hubungan kedua negara. AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari lalu, dan meskipun gencatan senjata sempat terjadi pada 8 April, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Analisis Dampak: Tindakan AS ini jelas mencoreng semangat fair play Piala Dunia. Alih-alih menjadi ajang pemersatu, turnamen ini justru dijadikan alat tekanan politik. Jika FIFA tidak bertindak tegas, ini bisa menjadi preseden buruk di mana negara tuan rumah menggunakan kekuasaan visa untuk 'mengganjal' lawan politiknya. Bagi timnas Iran, absennya para petinggi dan staf teknis di lapangan bisa mengganggu konsentrasi dan strategi tim di turnamen paling bergengsi ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook