GAZA - Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 1.007 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata yang disebut-sebut mulai berlaku pada 10 Oktober lalu. Angka ini membuat total korban jiwa di wilayah kantong tersebut sejak 7 Oktober 2023 menembus angka 73.018 jiwa.
Insiden terbaru terjadi pada Kamis (20/2) ketika drone Israel menyerang sebuah kendaraan di dekat Masjid Abu Khadra, lingkungan Rimal, Gaza Barat. Serangan ini menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya. Jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary, melaporkan ledakan itu adalah yang pertama di kawasan tersebut setelah beberapa hari terasa 'tenang'.
βMenit setelah serangan, warga setempat mengatakan targetnya adalah sebuah jip yang dikemudikan warga sipil,β ujar Khoudary. Ia menambahkan bahwa salah satu korban bernama Abdul Jawad Abu Lebn, yang rencananya akan menikah pekan depan. Undangan pernikahan ditemukan di dalam mobil tersebut.
Sebelumnya, tembakan Israel juga melukai seorang nelayan di lepas pantai Gaza dan seorang pria di dekat Khan Younis. Seorang gadis juga dilaporkan tewas akibat tembakan di Beit Lahiya, Gaza utara.
Semua ini terjadi di tengah 'gencatan senjata' yang dimediasi Amerika Serikat. Faktanya, militer Israel kini menguasai sekitar 64 persen wilayah Gaza, naik dari 53 persen yang disepakati dalam perjanjian. Garis kuning batas zona militer Israel terus didorong masuk ke Kota Gaza, membuat warga sipil semakin terancam jika melintas.
Di sisi lain, Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) mengklaim telah menyelesaikan prioritas pemulihan dan rekonstruksi. Mereka siap memulai operasi lapangan begitu kondisi memungkinkan. Namun, prospek rekonstruksi masih buram karena Israel terus memperluas wilayah pendudukan militernya.