KOTA NIGERIA HANCUR: 200 TEWAS, WANITA-ANAK DULIK ISIS - Berita Dunia
← Kembali

KOTA NIGERIA HANCUR: 200 TEWAS, WANITA-ANAK DULIK ISIS

Foto Berita

Bau daging terbakar masih menyengat di udara Woro, Nigeria, menyisakan jejak horor setelah serangan brutal yang menewaskan sekitar 200 warga. Tragisnya, puluhan wanita dan anak-anak juga dilaporkan diculik dalam insiden memilukan ini.

Serangan sadis ini terjadi pada Selasa malam di Woro dan kota tetangganya di Negara Bagian Kwara, Nigeria bagian barat. Para penyerang bersenjata diduga terafiliasi dengan ISIL (ISIS). Mereka menyerbu permukiman mayoritas Muslim ini beberapa hari setelah warga menolak permintaan mereka untuk berdakwah di kota tersebut.

Warga lokal menceritakan kengerian saat para pelaku membarikade sebuah toko, memerangkap orang-orang di dalamnya, lalu membakarnya hidup-hidup. Banyak korban tewas terbakar hingga tak dikenali, seperti yang dialami putra dan cucu seorang warga bernama Umaru Tanko. Tiga hari setelah kejadian, bara api masih menyala di beberapa titik, menyisakan puing-puing rumah dan toko yang rata dengan tanah. Lembaran seng melilit dan barang rumah tangga hangus berserakan di jalan, menjadi saksi bisu malam kelam itu.

Beberapa penyintas berbagi kisah lolos dari maut, ada yang bersembunyi di semak-semak, melarikan diri di kegelapan malam, atau merangkak melalui celah pagar di tengah suara tembakan. Aroma jenazah yang membusuk begitu kuat, namun para korban selamat seolah mati rasa, tenggelam dalam duka mendalam.

Dampak serangan ini sungguh menghancurkan. Sebuah kota yang tadinya dihuni sekitar 17.000 penduduk kini diperkirakan hanya menyisakan kurang dari 200 orang. Ribuan warga terpaksa mengungsi, menciptakan krisis kemanusiaan yang mendalam. Penculikan wanita dan anak-anak juga menambah daftar panjang kejahatan kelompok ekstremis yang sering menjadikan mereka sebagai alat pemaksaan, pernikahan paksa, atau rekrutmen.

Tragedi di Woro mencerminkan krisis keamanan yang terus mendera Nigeria, di mana kelompok-kelompok ekstremis seperti ISIL atau Boko Haram seringkali menyerang komunitas yang menolak ideologi mereka. Konflik ini juga menegaskan adanya perpecahan ideologis internal yang dimanfaatkan kelompok teror untuk menyebarkan kekerasan. Di tengah puing-puing, panggilan salat Jumat tetap bergema, mengumpulkan beberapa warga tersisa di masjid yang kini terasa kosong. Imam dalam khotbahnya menyerukan kesabaran, ketabahan, dan ketahanan menghadapi cobaan berat ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook