KASHMIRIS DI INDIA TERANCAM: JUALAN KINI BERISIKO NYAWA! - Berita Dunia
← Kembali

KASHMIRIS DI INDIA TERANCAM: JUALAN KINI BERISIKO NYAWA!

Foto Berita

Gelombang serangan terhadap pedagang keliling asal Kashmir di berbagai kota di India kian mengkhawatirkan. Fenomena ini memaksa mereka, yang selama ini dikenal menjajakan kain syal dan kerajinan tangan, untuk memprioritaskan keselamatan di atas bisnis. Kondisi ini membuat para pedagang asal Kashmir, yang mayoritas Muslim, harus menyusun strategi khusus demi bertahan hidup.

Salah satunya adalah Ayaz Ahmad, seorang pedagang syal berusia 28 tahun, yang kini mengelola grup WhatsApp. Grup ini menjadi wadah bagi puluhan pedagang Kashmir lain untuk saling berbagi informasi area mana saja yang harus dihindari karena rawan kekerasan. "Prioritas kami sekarang adalah keselamatan, bukan lagi keuntungan, karena insiden pelecehan terus terjadi nyaris setiap hari," ujar Ahmad kepada Al Jazeera.

Situasi mencekam ini bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, Tabish Ahmad Ganie (18), seorang penjual syal dari Kashmir, diserang brutal dengan batang besi oleh seorang pemilik toko Hindu di Uttarakhand. Serangan yang terekam video viral ini menyebabkan Ganie tidak sadarkan diri, menderita 12 jahitan di kepala, dan patah tulang di kaki, hanya karena identitasnya sebagai Muslim Kashmir. Pelaku bahkan berteriak, "Ini desa Hindu. Muslim Kashmir tidak akan bekerja di sini sama sekali."

Insiden Ganie hanyalah puncak gunung es dari tren serangan yang meningkat terhadap warga Kashmir. Retorika kebencian yang menggambarkan mereka sebagai "ancaman keamanan" atau "agen Pakistan" seringkali disuarakan di media sosial dan pidato tokoh berpengaruh, beberapa di antaranya terkait dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Sejak Modi berkuasa pada 2014, sentimen anti-Muslim memang melonjak, dan warga Kashmir Muslim menghadapi beban ganda: keyakinan agama serta asal daerah mereka sama-sama menjadi sasaran kecurigaan dan kebencian.

Dampak serangan ini tak hanya pada keselamatan fisik, tetapi juga secara ekonomi. Ribuan pedagang Kashmir yang hidup dari berjualan keliling kini terancam mata pencahariannya. Selain itu, kondisi ini mengikis rasa aman dan persatuan di masyarakat, serta menyoroti tantangan besar bagi hak-hak minoritas di India, yang berpotensi memicu ketegangan sosial lebih lanjut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook