Spokane, Washington - Duka menyelimuti wilayah timur negara bagian Washington, Amerika Serikat. Kebakaran hutan dan lahan yang meluas memaksa 60.000 warga mengungsi dari kawasan Spokane dan sekitarnya. Otoritas setempat, Minggu (25/8), mengonfirmasi setidaknya 600 rumah, bisnis, dan bangunan lainnya telah menjadi abu.
Api yang berkobar di sekitar Spokane, kota terbesar kedua di negara bagian itu, telah melalap area seluas 21 kilometer persegi hanya dalam kurun waktu akhir pekan. Kebakaran ini merupakan bagian dari puluhan titik api yang melanda wilayah Barat Amerika Serikat, menguras tenaga petugas pemadam federal, negara bagian, dan lokal.
Secara total, sekitar 1.000 kilometer persegi lahan di negara bagian Washington telah terbakar. Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah titik api, termasuk di area Spokane, masih belum berhasil dipadamkan dan terus merambat.
Kabar baiknya, pejabat pemadam kebakaran dan penegak hukum menyatakan belum ada laporan korban jiwa atau orang hilang. Namun, mereka mengingatkan bahwa upaya penanganan masih berada di tahap awal. Rekaman video dari area Spokane memperlihatkan gedung-gedung terbakar, asap hitam pekat membumbung di dekat permukiman, dan puing-puing rumah yang masih menyisakan cerobong asap.
Senator Maria Cantwell mengeluarkan peringatan keras: "Kita belum keluar dari bahaya. Beberapa hari ke depan akan menjadi tantangan berat." Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran cuaca kering yang diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Situasi serupa juga terjadi di negara bagian tetangga. Di Idaho barat dan Oregon timur, petugas dengan alat berat dan helikopter berjuang memadamkan api yang telah membakar hampir 1.360 kilometer persegi padang rumput selama sepuluh hari terakhir. Kebakaran ini mengancam lebih dari 600 rumah dan 800 bangunan lainnya di kawasan peternakan sapi.
Sementara itu, di Utah tengah, kobaran api membesar dua kali lipat hanya dalam satu akhir pekan, dari 41 kilometer persegi menjadi 145 kilometer persegi. Dampaknya mematikan: lebih dari 100 ekor sapi dilaporkan mati.
Analisis Dampak: Bencana ini bukan sekadar kerugian materiil. Kebakaran hutan skala besar seperti ini memicu krisis kesehatan masyarakat akibat polusi asap yang menyebar luas, mengganggu pernapasan, dan memperparah kondisi penderita asma atau penyakit paru-paru. Selain itu, kehancuran 600 bangunan berarti hilangnya tempat tinggal dan mata pencaharian bagi ribuan keluarga. Dari sisi ekonomi, sektor pertanian dan peternakan di tiga negara bagian akan mengalami pukulan telak, berpotensi memicu kenaikan harga pangan di tingkat nasional AS.