GENCATAN SENJATA BARU DIIKUTI SERANGAN ISRAEL, 11 TEWAS DI LEBANON SELATAN - Berita Dunia
← Kembali

GENCATAN SENJATA BARU DIIKUTI SERANGAN ISRAEL, 11 TEWAS DI LEBANON SELATAN

Foto Berita

Nabatieh, Lebanon - Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang baru saja diumumkan belum genap 24 jam, langsung diuji dengan serangan udara Israel di Lebanon selatan. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan setidaknya 11 orang tewas setelah jet tempur, drone, dan artileri Israel menghujani lebih dari belasan wilayah, terutama di sekitar kota Nabatieh.

Militer Israel mengklaim serangan itu menyasar 'target teroris Hizbullah' sebagai balasan atas peluncuran lebih dari 50 roket oleh kelompok tersebut ke posisi Israel di Lebanon selatan. Langkah ini langsung menuai kritik dari Washington yang khawatir eskalasi ini bisa mengancam kesepakatan damai AS-Iran yang baru saja ditandatangani. Kesepakatan itu mencakup komitmen untuk mengakhiri pertempuran di 'semua lini', termasuk Lebanon, dan Teheran bersikeras bahwa Lebanon harus menjadi bagian dari kesepakatan yang lebih luas.

Pejabat senior Hizbullah, Hassan Fadlallah, menegaskan pihaknya punya hak untuk membalas serangan Israel. 'Yang menjadi perhatian kami adalah musuh menghormati gencatan senjata secara penuh dan komprehensif, dan tidak mencoba menyerang negara dan desa kami atau berusaha menduduki posisi baru mana pun,' ujarnya seperti dikutip NNA.

Di tengah tekanan domestik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus melanjutkan operasi militer. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut Netanyahu sebagai 'seorang pejuang'. Situasi kian runyam karena sekitar satu juta warga Lebanon masih mengungsi dan puluhan komunitas di selatan hancur lebur. Utusan AS, Steve Witkoff, dikabarkan akan menuju Swiss untuk melakukan negosiasi awal dengan Iran guna memperkuat kesepakatan damai yang rapuh ini.

Analisis: Serangan ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang baru disepakati. Tindakan Israel yang langsung membalas serangan roket Hizbullah mengindikasikan bahwa gencatan senjata di atas kertas belum tentu berjalan di lapangan. Kegagalan menahan eskalasi tidak hanya akan memperpanjang penderitaan warga sipil di Lebanon selatan, tetapi juga bisa menggagalkan kesepakatan besar AS dengan Iran yang baru saja dirayakan. Jika Washington tidak mampu mengendalikan sekutunya, maka perdamaian di Timur Tengah hanya akan menjadi ilusi belaka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook