Insiden penembakan tragis mengguncang Yordania. Sedikitnya enam orang tewas dan 28 lainnya luka-luka setelah dua pria bertopeng melepaskan tembakan saat menghadiri prosesi pemakaman di Gereja Hamoud, Governorate Karak. Peristiwa ini terjadi pada Jumat lalu dan menjadi sorotan karena serangan semacam ini sangat jarang terjadi di negara tersebut.
Menurut keterangan saksi mata, kekacauan dimulai saat terdengar suara ledakan ketika prosesi pemakaman baru dimulai. Tak lama setelah itu, pelaku yang mengendarai kendaraan langsung membuka tembakan ke arah kerumunan. Aparat keamanan setempat bergerak cepat mengejar kedua tersangka, meski hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Analisis dampak sosial: Karak selama ini dikenal sebagai simbol toleransi antarumat beragama, di mana warga Kristen dan Muslim hidup berdampingan selama berabad-abad. Serangan ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga berpotensi menguji kohesi sosial masyarakat setempat. Pengamat menilai, jika tujuan serangan adalah memecah belah, komunitas di Karak justru diprediksi akan bersatu lebih kuat. Namun, insiden ini tetap menjadi pukulan bagi citra diplomasi publik Yordania yang selama ini dikenal sebagai penjaga situs suci di Yerusalem.