MAHKAMAH AGUNG AS TOLAK GUGATAN TRUMP, SUARA CALIFORNIA AMAN - Berita Dunia
← Kembali

MAHKAMAH AGUNG AS TOLAK GUGATAN TRUMP, SUARA CALIFORNIA AMAN

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia — Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) resmi menolak permintaan mendesak dari pemerintahan Donald Trump untuk ikut campur dalam proses penghitungan suara Pemilu Sela (midterms) di California. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi upaya Gedung Putih yang berusaha memisahkan 20.000 surat suara yang mereka klaim berpotensi diberikan kepada non-warga negara.

Dalam putusan satu baris yang dikeluarkan pada Senin malam waktu setempat, Mahkamah Agung menegaskan penolakan terhadap permohonan injunction (perintah pengadilan) dari Departemen Kehakiman. "Permohonan injunction yang diajukan kepada Hakim Kagan dan diteruskan ke Pengadilan ditolak," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut, seperti dikutip dari BBC.

Sebelumnya, dua pengadilan rendah sudah lebih dulu menolak gugatan ini. Departemen Kehakiman AS beralasan bahwa surat suara tersebut dapat "mengencerkan suara sah" warga negara. Namun, langkah mereka sempat memicu kontroversi setelah pejabat bersenjata dari Departemen Keamanan Dalam Negeri mendatangi kantor-kantor pemilihan di California dan mengancam akan menjerat pejabat setempat dengan tuduhan pidana jika menolak memisahkan surat suara tersebut.

Otoritas pemilihan California meragukan akurasi data pemerintah. Mereka menilai daftar nama yang diberikan pemerintah federal penuh ketidakakuratan dan berpotensi mencabut hak pilih warga negara sah. Dengan keputusan Mahkamah Agung ini, proses penghitungan suara di negara bagian terpadat di AS itu—yang memiliki sekitar 23 juta pemilih terdaftar—dipastikan berjalan tanpa intervensi federal.

Analisis Dampak: Keputusan ini menjadi penentu krusial menjelang Pemilu Sela yang akan menentukan kendali Kongres. Bagi masyarakat California, putusan ini menjamin hak pilih mereka terlindungi dari upaya delegitimasi berbasis klaim yang belum terbukti. Sementara itu, secara nasional, ini menjadi tamparan bagi strategi Trump yang gencar mengkampanyekan narasi kecurangan pemilu via pos (mail-in voting), meskipun berbagai riset menunjukkan kecurangan pemilu di AS sangat jarang terjadi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook