Majd al-Krum, Israel – Sebuah kemenangan kecil diraih warga Palestina di Majd al-Krum. Setelah hampir sepekan melakukan protes damai setiap hari, mereka berhasil memaksa pemukim Israel meninggalkan pos terdepan ilegal yang dibangun di tanah desa mereka.
Konflik bermula pertengahan September ketika sekelompok pemukim muda dari Tepi Barat mendirikan tenda di bukit al-Rus. Mereka mengklaim memiliki izin dari Dana Nasional Yahudi (JNF) untuk menggembalakan ternak. Namun, warga setempat menegaskan tidak ada hewan ternak di sana. Dalam waktu singkat, pos tersebut berkembang pesat dengan fasilitas dapur, toilet, listrik, dan air.
Polisi sempat menutup akses jalan, tapi warga tak gentar. Ratusan orang dari berbagai kota, termasuk lansia berusia 80-an, mendaki bukit setiap hari untuk menunjukkan kehadiran mereka. Aksi solidaritas ini menuai hasil: JNF memerintahkan pembongkaran tenda, dan pada 16 September, lokasi tersebut dibersihkan.
Analisis Dampak: Meski menang untuk saat ini, warga tetap waspada. Insiden ini dianggap sebagai 'uji coba' menjelang pemilu Israel. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich berkampanye untuk 'menyahyahkan' wilayah Galilea, tempat desa ini berada. Kekhawatiran pun muncul bahwa taktik serupa akan kembali digunakan setelah pemilu. Peristiwa ini menunjukkan efektivitas perlawanan rakyat yang damai dan terorganisir, namun juga menyoroti kerentanan warga Palestina di Israel terhadap kebijakan ekspansif.