UKRAINA SIKAT PELABUHAN MINYAK RUSIA, PASAR GLOBAL GUNCANG! - Berita Dunia
← Kembali

UKRAINA SIKAT PELABUHAN MINYAK RUSIA, PASAR GLOBAL GUNCANG!

Foto Berita

Ukraina makin gencar melancarkan serangan terhadap infrastruktur vital Rusia. Kali ini, sasarannya adalah pelabuhan strategis Ust-Luga di Laut Baltik yang sudah dihantam drone Ukraina lima kali dalam kurun 10 hari terakhir.

Serangan bertubi-tubi ini bukan isapan jempol belaka. Gubernur regional Alexander Drozdenko melaporkan setidaknya tiga orang, termasuk dua anak-anak, mengalami luka-luka. Beberapa bangunan juga rusak parah akibat hantaman drone tersebut. Pelabuhan Ust-Luga sendiri adalah kompleks raksasa fasilitas pengolahan dan terminal ekspor minyak mentah serta produk-produk turunannya. Bisa dibayangkan, gangguan di sini tentu berdampak besar.

Pentingnya Ust-Luga bagi Rusia tak bisa dipandang sebelah mata. Tahun lalu, pelabuhan ini mengekspor 32,9 juta metrik ton produk minyak dan umumnya menangani sekitar 700.000 barel minyak mentah setiap hari. Dengan serangan yang terjadi berulang kali pada 22, 25, 27, 29, dan 31 Maret, operasional ekspor terpaksa ditangguhkan. Ini jelas merupakan pukulan telak bagi pemasukan Moskow.

Tindakan Ukraina ini adalah bagian dari strategi untuk melemahkan mesin perang Rusia. Data menunjukkan, sekitar 40 persen kapasitas ekspor minyak Rusia kini lumpuh, baik akibat serangan drone, insiden pada pipa utama, hingga penyitaan kapal tanker. Kondisi ini membuat Moskow kelimpungan mencari dana untuk membiayai invasi yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun.

Dampaknya tak hanya dirasakan Rusia dan Ukraina. Gejolak di pasar minyak dunia kian nyata. Harga minyak mentah Brent, patokan global, melonjak hingga $116 per barel, level tertinggi dalam hampir dua minggu. Kenaikan harga ini dipicu oleh eskalasi di berbagai lini, termasuk ketegangan di Timur Tengah antara AS-Israel dengan Iran. Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak bisa berarti kenaikan biaya logistik dan berpotensi memicu inflasi, membuat harga kebutuhan pokok ikut merangkak naik.

Meski berhasil menekan Rusia, Ukraina sendiri menghadapi tantangan berat. Selain biaya bahan bakar yang melonjak, Kyiv juga khawatir pasokan senjata dari negara-negara Barat bisa dialihkan ke medan perang lain, terutama di Timur Tengah, mengingat sumber daya militer global yang mulai menipis.

Di tengah semua itu, baku tembak dan saling klaim masih terus terjadi. Ukraina mengumumkan berhasil menembak jatuh 267 dari 289 drone yang diluncurkan Rusia. Sementara itu, Moskow mengklaim telah menguasai desa Mala Korchakivka di wilayah Sumy, Ukraina utara. Konflik juga diwarnai dengan momen penting, seperti peringatan empat tahun pembantaian Bucha. Diplomat top Uni Eropa, Kaja Kallas, yang hadir di Kyiv, menegaskan bahwa Rusia harus bertanggung jawab penuh atas kekejaman perang yang telah mereka lakukan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook