Hubungan Meksiko-Kuba mendadak jadi sorotan panas. Berbagai laporan media santer menyebut Meksiko dikabarkan menghentikan pasokan minyak krusialnya ke Havana, sebuah langkah yang bisa berakibat fatal bagi negara kepulauan tersebut. Pasalnya, Kuba sangat bergantung pada minyak diskon dari sekutunya untuk menghidupkan listrik dan menjalankan perekonomian di tengah ketatnya embargo dagang dari Amerika Serikat.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, pada Selasa lalu, memang menolak mengonfirmasi atau menyangkal langsung kabar penghentian pengiriman minyak yang seharusnya dilakukan pada Januari ini. Namun, ia tegas menyatakan bahwa keputusan untuk menjual atau memberi minyak ke Kuba adalah hak 'kedaulatan' negaranya dan didasarkan pada kontrak dengan perusahaan minyak negara Pemex, atau sebagai keputusan kemanusiaan pemerintah. Sheinbaum juga menegaskan Meksiko akan terus menunjukkan 'solidaritas' dengan Kuba.
Sebelumnya, Venezuela adalah pemasok utama minyak diskon untuk Kuba. Namun, menurut data pengiriman dan dokumen internal, Venezuela telah menghentikan pasokan minyaknya ke Kuba sekitar sebulan terakhir. Situasi ini membuat pasokan dari Meksiko, yang tahun lalu mengirim sekitar 5.000 barel per hari, menjadi sangat vital bagi kelangsungan hidup Kuba.
Penghentian ini makin pelik karena muncul kekhawatiran di internal pemerintahan Sheinbaum. Mereka khawatir jika terus mengirim minyak ke Kuba, hubungan baik dengan Amerika Serikat bisa terganggu. Tekanan dari AS memang tak bisa dianggap remeh. Mantan Presiden AS Donald Trump, misalnya, sudah ikut bersuara dan meramalkan Kuba akan segera 'gagal' tanpa pasokan minyak.
Jika pasokan minyak dari Meksiko benar-benar terhenti, Kuba dipastikan menghadapi krisis energi yang makin parah. Listrik makin sering padam, transportasi lumpuh, dan sendi-sendi ekonomi akan terancam stagnasi. Ini menunjukkan betapa kuatnya dampak embargo AS terhadap Kuba dan dilema diplomatik yang dihadapi negara-negara sekutunya. Meksiko kini berada di persimpangan jalan: antara mempertahankan solidaritas dengan Kuba atau menjaga hubungan pragmatis dengan negara tetangga super power seperti Amerika Serikat.