BEIJING, RADARBERITA - Starbucks China resmi menerapkan aturan kontroversial di seluruh 8.000 gerainya mulai Kamis lalu. Kebijakan baru ini mewajibkan setiap pengunjung untuk melakukan pembelian jika ingin menikmati fasilitas duduk di dalam kafe. Langkah ini diambil perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sebagai upaya memperbaiki pengalaman pelanggan di dalam toko, sekaligus menghadapi persaingan sengit dari brand lokal seperti Luckin Coffee.
Aturan ini muncul setelah beredar luas video di media sosial yang memperlihatkan papan tanda 'beli untuk duduk' di beberapa gerai Starbucks. Respons warganet China pun beragam, namun mayoritas menyambut positif kebijakan tersebut. Banyak pengguna Weibo mengeluhkan fenomena 'penumpang gelap' yang sering memenuhi kursi tanpa memesan apa pun, bahkan ada yang nekat membawa kopi dari kompetitor. "Akhirnya, tidak ada lagi jam sibuk di mana orang-orang hanya duduk tanpa memesan, minum kopi Luckin, main game, dan berteriak di telepon," tulis salah satu komentar populer.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di China. Starbucks global tengah berjuang melawan perilaku pelanggan yang tidak diinginkan. Di Korea Selatan, perusahaan melarang pelanggan membawa barang bawaan besar seperti printer dan komputer desktop yang sering digunakan untuk 'menjegal' kursi. Sementara di Amerika Utara, Starbucks sempat membalikkan kebijakan pintu terbuka mereka, dengan alasan ingin memprioritaskan pelanggan yang membayar.
Analisis dampak bagi masyarakat menunjukkan bahwa kebijakan ini mencerminkan pergeseran model bisnis Starbucks. Jika sebelumnya mereka menjual 'pengalaman kafe' yang nyaman, kini mereka terpaksa membatasi akses untuk menjaga profitabilitas di tengah gempuran Luckin Coffee yang mengusung model grab-and-go berbasis aplikasi. Pada 2023, Luckin berhasil menyalip Starbucks sebagai jaringan kopi terbesar di China. Situasi ini diperparah dengan rencana Starbucks menjual 60% saham bisnisnya di China senilai US$4 miliar kepada Boyu Capital, menandakan restrukturisasi besar-besaran untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif.