BIAYA PETUALANGAN TRUMP JADI SENJATA DEMOKRAT: ADA APA? - Berita Dunia
← Kembali

BIAYA PETUALANGAN TRUMP JADI SENJATA DEMOKRAT: ADA APA?

Foto Berita

Presiden Donald Trump sedang jadi sorotan tajam. Kali ini bukan karena kebijakan dalam negeri, melainkan "petualangan" militernya di luar negeri yang kini jadi amunisi baru bagi Partai Demokrat. Setahun menjabat di periode kedua, janji-janji kampanye Trump untuk mengakhiri perang dan fokus pada "America First" disebut malah jadi bumerang.

Para pemimpin Demokrat getol menjadikan isu "keterjangkauan harga" atau affordability sebagai senjata utama mereka menuju pemilu sela (midterms) November 2026. Mereka berharap bisa merebut kembali kendali kedua majelis Kongres dari Republik, sekaligus membatasi kekuasaan eksekutif Trump yang kian meluas.

Dua isu utama yang jadi sorotan adalah kampanye tekanan militer Trump terhadap Venezuela, yang puncaknya ditandai dengan penculikan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu, serta upayanya yang semakin agresif untuk mengambil alih Greenland, sebuah wilayah otonom Denmark. Ini semua dianggap Demokrat sebagai beban biaya yang harus ditanggung rakyat Amerika.

Menanggapi operasi di Venezuela, Chuck Schumer, tokoh Demokrat paling senior di Senat, dengan gaya bicara khas Trump, berjanji akan terus-menerus menyuarakan isu keterjangkauan harga. "Kami Demokrat berjuang mencegah petualangan militer di Venezuela dan negara lain, serta perang tanpa akhir," tegas Schumer.

"Demokrat di DPR dan Senat fokus menurunkan biaya hidup Anda, mengatasi keterjangkauan harga," lanjut Schumer. "Sementara itu, Republik di bawah Donald Trump, tampaknya fokus —bukan cuma tampak, memang fokus— menghabiskan kekayaan dan, semoga tidak, nyawa demi petualangan militer di luar negeri."

Senada, Ken Martin, Ketua Komite Nasional Demokrat, menyatakan Trump yang menjanjikan perdamaian justru membawa perang. "Kini, Trump telah mengikat Amerika Serikat untuk mengelola negara lain di masa mendatang, sementara rakyat Amerika harus menanggung biaya perubahan rezim," ujarnya.

Sherrod Brown, mantan Senator Demokrat dari Ohio yang ingin merebut kembali kursinya, pun angkat bicara di X (Twitter): "Kita seharusnya lebih fokus memperbaiki hidup warga Ohio, bukan mengurusi Caracas."

Meski kebijakan luar negeri kerap dianggap kurang berdampak pada kotak suara di AS, para ahli strategi Demokrat melihat ini sebagai celah unik. Janji politik Trump yang fokus pada pengalaman hidup warga AS, bukan manuver internasional, kini berbalik melawannya. Menurut Arshad Hasan, ahli strategi Demokrat, Trump kesulitan menghubungkan tindakannya di Venezuela dan Greenland dengan kehidupan sehari-hari pemilih. "Setiap kali Demokrat membahas apa yang ia lakukan di luar negeri, isu ini bisa dihubungkan langsung dengan kantong para pemilih," imbuh Hasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook