Suasana duka menyelimuti Desa Hamoud, Yordania selatan, saat ribuan pelayat menghadiri pemakaman delapan korban tewas dalam serangan brutal di Gereja Ortodoks Yunani St George. Perdana Menteri Jafar Hassan turut hadir mewakili Raja Abdullah, memberikan dukungan langsung di tengah prosesi yang berlangsung khidmat pada Minggu (22/12).
Peristiwa nahas ini terjadi dua hari sebelumnya ketika penyerang melepaskan tembakan saat sebuah prosesi pemakaman sedang berlangsung. Akibatnya, sembilan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka, memicu masa berkabung nasional selama tiga hari. Peti mati para korban yang dibalut bendera Yordania diusung melintasi kerumunan massa, sementara para pendeta memimpin doa dan aparat keamanan berjaga ketat.
Korban terakhir, Mohammed al-Qasous, dijadwalkan dimakamkan pada Senin. Otoritas setempat menyebut insiden ini sebagai "terorisme ekstremis". Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab dan penyelidikan masih berlangsung untuk memburu para pelaku. Meski demikian, solidaritas antarwarga tetap terjaga; warga Muslim turut hadir dan membantu, menunjukkan bahwa upaya memecah belah masyarakat melalui agama dipastikan akan gagal.