JERUSALEM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengejutkan publik dengan menyamakan insiden penerbangan Flydubai dengan tragedi 9/11. Pernyataan ini muncul meski maskapai asal Uni Emirat Arab tersebut masih melakukan investigasi internal terhadap apa yang sebenarnya terjadi.
Pemerintah Israel bergerak cepat menuduh insiden ini sebagai "serangan teror", bahkan sebelum hasil investigasi resmi keluar. Sikap ini langsung menuai sorotan karena dianggap terlalu dini menarik kesimpulan.
Di sisi lain, seluruh penumpang pesawat dilaporkan selamat dan telah kembali ke Israel dengan aman. Namun, di Gaza, situasi justru berbanding terbalik. Sebanyak 105 jenazah warga Palestina dimakamkan secara massal dalam sebuah prosesi yang penuh duka.
Analisis & Dampak: Pernyataan Netanyahu berpotensi memperkeruh stabilitas kawasan Timur Tengah. Menyebut insiden ini sebagai "9/11 baru" bisa menjadi justifikasi untuk operasi militer besar-besaran. Bagi masyarakat internasional, narasi ini berisiko menutupi fakta lapangan bahwa masih ada korban jiwa di pihak Palestina yang belum mendapat perhatian global. Media lain seperti Al Jazeera menyoroti kontras antara keselamatan penumpang Flydubai dan pemakaman massal di Gaza, menandakan ketimpangan narasi yang bisa memicu gelombang protes baru.