ITALIA UKIR SEJARAH MEDALI SAAT MILANO CORTINA PAMIT! - Berita Dunia
← Kembali

ITALIA UKIR SEJARAH MEDALI SAAT MILANO CORTINA PAMIT!

Foto Berita

Verona jadi saksi bisu berakhirnya gelaran akbar Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Dalam upacara penutupan yang meriah di Verona Arena, Minggu lalu, api Olimpiade dipadamkan. Momen ini sekaligus menandai ditorehkannya sejarah baru bagi Italia yang berhasil mencetak rekor perolehan medali tertinggi sepanjang keikutsertaan mereka di ajang olahraga musim dingin global tersebut.

Tepat setelah 17 hari kompetisi sengit, perhelatan yang disebut Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai “Olimpiade Musim Dingin jenis baru” ini resmi berakhir. Italia sukses besar dengan mengumpulkan total 30 medali, termasuk 10 emas dan 6 perak. Angka ini jauh melampaui rekor mereka sebelumnya, yakni 20 medali yang dicetak pada Olimpiade Lillehammer tahun 1994. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan, sekaligus menunjukkan peningkatan pesat atlet-atlet musim dingin Italia di kancah internasional.

Upacara penutupan di Verona Arena begitu spektakuler. Ribuan atlet yang hadir diajak berpesta dengan perpaduan tarian dan musik khas Italia, mulai dari opera lirik, pop abad ke-20, hingga sentuhan DJ Gabry Ponte yang membuat suasana makin bergelora. Taburan confetti warna-warni dan penampilan apik dari Achille Lauro menambah kemeriahan pesta perpisahan ini. Sementara itu, obor Olimpiade di Milan dan Cortina d’Ampezzo dipadamkan secara virtual, yang disaksikan langsung di Verona melalui videolink. Uniknya, tak ada kembang api yang memekakkan telinga; diganti dengan pertunjukan cahaya demi menjaga ketenangan hewan di sekitar arena, sebuah langkah yang patut diacungi jempol untuk kesadaran lingkungan.

Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 memang istimewa karena model penyelenggaraannya yang paling tersebar. Area kompetisi membentang luas, meliputi Milan untuk olahraga es, Anterselva di perbatasan Austria untuk biathlon, Valtellina di perbatasan Swiss untuk snowboarding, hingga Val di Fiemme dan Cortina d’Ampezzo. Model ini, yang mendapat pujian dari Presiden IOC Kirsty Coventry karena "menetapkan standar baru yang sangat tinggi untuk masa depan," kemungkinan akan menjadi tren. Buktinya, Prancis yang akan menjadi tuan rumah berikutnya pada 2030 juga akan menerapkan konsep serupa, dengan lokasi lomba di pegunungan Alpen dan Nice. Bahkan, Paralimpiade Musim Dingin Milan Cortina juga akan dilangsungkan di Verona Arena mulai 6 hingga 15 Maret mendatang.

Prestasi Italia yang memecahkan rekor medali ini tak hanya menjadi kebanggaan nasional, tapi juga cerminan kerja keras dan investasi dalam pembinaan atlet. Model penyelenggaraan yang tersebar luas juga menunjukkan bahwa event olahraga besar bisa dilakukan dengan lebih efisien dan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, sekaligus menantang logistik penyelenggara. Ini bisa menjadi cetak biru bagi negara-negara lain untuk gelaran serupa di masa depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook