TRUMP KEUKEUEH INGIN GREENLAND, TAPI JANJI TAK AKAN PAKSA? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP KEUKEUEH INGIN GREENLAND, TAPI JANJI TAK AKAN PAKSA?

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin heboh. Bukan karena perang dagang atau isu imigran, tapi soal keinginannya untuk mencaplok Greenland!

Dalam pidatonya yang dinanti di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss, hari Rabu waktu setempat, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau otonom Denmark itu. Meski begitu, ia tetap mendesak agar negosiasi segera dilakukan.

Menurutnya, pengambilalihan Greenland ini sangat penting demi keamanan nasional AS. Pernyataan ini ia sampaikan meskipun banyak penolakan datang, baik dari warga Greenland sendiri maupun para pemimpin Eropa. “Orang-orang kira saya akan pakai kekuatan. Saya tidak perlu pakai kekuatan. Saya tidak mau pakai kekuatan. Saya tidak akan pakai kekuatan,” tegas Trump.

Dengan nada serius, Trump mendesak adanya negosiasi segera dengan Denmark untuk kembali membahas akuisisi Greenland oleh Amerika Serikat. Ia bahkan memberi ‘pilihan’ pada Denmark. “Kalian bisa bilang ‘ya’, dan kami akan sangat berterima kasih. Atau kalian bisa bilang ‘tidak’, dan kami akan mengingatnya. Amerika yang kuat dan aman berarti NATO yang kuat,” ancam Trump.

Ia mengklaim, AS lah satu-satunya yang mampu 'melindungi massa daratan raksasa, bongkahan es raksasa' itu, merujuk pada pulau di Kutub Utara tersebut. Menariknya, di beberapa kesempatan selama pidatonya yang lebih dari satu jam, Trump keliru menyebut Greenland sebagai Islandia.

Christine Nissen, analis utama dari Europa think tank, kepada Al Jazeera mengatakan, klaim Trump yang tidak akan menggunakan kekuatan ini bisa dilihat sebagai sinyal de-eskalasi oleh Denmark. “Kita telah melihat bagaimana negara-negara Eropa dan Denmark mengubah strategi mereka terhadap Trump mengenai isu Greenland. Dulu Eropa dan Denmark sangat hati-hati mengingat ketergantungan struktural kami yang dalam pada AS, tapi sekarang kami melihat perubahan strategi,” kata Nissen.

Ia menambahkan, keretakan hubungan antara Eropa dan AS terkait Greenland ini telah memicu 'Eropa yang cukup bersatu'. Namun, waktu saja yang akan membuktikan apakah persatuan Eropa ini akan bertahan.

Para pemimpin Eropa, termasuk Inggris, Prancis, dan Denmark, kompak membela status Greenland, meskipun Trump sebelumnya sempat mengancam akan memberlakukan tarif pada negara-negara Eropa terkait perselisihan ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook