LAHORE BERPESTA! LAYANGAN KEMBALI TERBANG HINGGA MASA DEPAN. - Berita Dunia
← Kembali

LAHORE BERPESTA! LAYANGAN KEMBALI TERBANG HINGGA MASA DEPAN.

Foto Berita

Langit Lahore kembali berpendaran cahaya kembang api, diiringi sorak sorai ribuan warga yang memadati jalanan dan atap-atap rumah. Pemandangan itu bukan sekadar pesta biasa, melainkan penanda kembalinya sebuah tradisi legendaris: festival layang-layang Basant, setelah puluhan tahun 'mati suri'.

Sejak Kamis tengah malam, suasana di kota Pakistan itu berubah magis. Aamer Iqbal, seorang bankir berusia 50 tahun, merasakan kembali sensasi masa kecilnya saat meminta putrinya melepaskan layang-layang pertama. “Rasanya seperti seluruh kenangan masa kecil saya kembali berputar, saat saya dan saudara saya, juga orang tua, menerbangkan layangan,” ungkap Iqbal kepada Al Jazeera. Baginya, layang-layang adalah jembatan antara langit dan bumi, sebuah ilusi kebebasan yang mengalahkan gravitasi.

Senada, Muhammad Mubashir, pengusaha berusia 41 tahun, terharu melihat tradisi masa kecilnya hidup kembali. Namun, ada satu pemandangan yang menyentilnya: seorang anak muda yang kebingungan mengikat tali layang-layang. “Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan,” kata Mubashir. “Di momen itu saya sadar, larangan Basant sudah begitu lama, sampai generasi baru tidak lagi mengenal tradisi yang dulu kami pelajari lebih serius dari PR sekolah.”

Basant sendiri punya akar sejarah berabad-abad, terukir dalam budaya Punjab, wilayah perbatasan India-Pakistan. Berasal dari kata Sansekerta ‘Vasant’ yang berarti musim semi, festival ini melambangkan transisi dari musim dingin ke musim semi yang berbunga-bunga, bertepatan dengan musim panen di ladang-ladang sawi yang menguning cerah. Salah satu kisah populer menyebutkan festival ini dimulai oleh penyair Amir Khusro untuk menghibur gurunya, seorang Sufi di abad ke-13.

Sebelumnya, festival Basant sempat dilarang oleh otoritas Lahore selama hampir dua dekade. Berbagai laporan menyebutkan larangan ini muncul akibat meningkatnya insiden fatal, mulai dari kecelakaan yang disebabkan benang layang-layang beracun atau terbuat dari kawat yang melukai pengendara, hingga insiden saat perayaan yang padat.

Kini, dengan dicabutnya larangan, Basant bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga upaya revitalisasi budaya yang menghubungkan kembali dua generasi. Bagi generasi tua, ini adalah mesin waktu yang membawa mereka kembali ke masa kecil penuh tawa. Sementara bagi generasi muda, ini adalah kesempatan untuk belajar dan mewarisi sebuah tradisi unik yang sempat hilang dari memori kolektif mereka. Kembalinya Basant menjadi simbol harapan dan kebebasan, sebuah angin segar yang menerbangkan kembali semangat budaya Lahore yang sempat tertidur.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook