GELAR AFCON SENEGAL DICABUT, MAROKO JUARA! KONTROVERSI MENGGILA - Berita Dunia
← Kembali

GELAR AFCON SENEGAL DICABUT, MAROKO JUARA! KONTROVERSI MENGGILA

Foto Berita

Keputusan mengejutkan datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Piala Afrika (AFCON) Senegal. Gelar tersebut kini secara otomatis diserahkan kepada Maroko, dua bulan setelah final yang diwarnai kekacauan. Tak pelak, keputusan ini memantik kemarahan di Senegal dan mengancam hubungan erat kedua negara yang selama ini terjalin.

Pemerintah Senegal, melalui Federasi Sepak Bola Senegal (FSF), tak tinggal diam. Mereka menyatakan akan menempuh "semua jalur hukum yang sesuai" untuk membatalkan keputusan CAF, termasuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Bahkan, Senegal menyerukan penyelidikan internasional atas dugaan korupsi di tubuh organisasi sepak bola Afrika tersebut.

Menurut Dewan Banding CAF, Senegal dianggap melakukan forfeit atau pengunduran diri dari pertandingan karena meninggalkan lapangan tanpa izin wasit. Insiden ini terjadi saat final berlangsung, menyusul keputusan kontroversial wasit yang menganulir gol Senegal dan justru memberikan hadiah penalti kepada Maroko. Drama di lapangan tak terhindarkan; pertandingan sempat tertunda 14 menit, dan bentrokan antara suporter Senegal dengan petugas keamanan pecah di belakang gawang. Meskipun para pemain akhirnya kembali dan Maroko gagal mengeksekusi penalti, dan Senegal akhirnya memenangkan pertandingan 1-0 di babak tambahan, CAF kini menganulir hasil tersebut dan memberikan kemenangan 3-0 secara default kepada Maroko.

Keputusan CAF ini tidak hanya berimbas pada dunia olahraga, tetapi juga berpotensi merenggangkan ikatan persaudaraan antara Senegal dan Maroko. Padahal, kedua negara ini telah lama menjalin hubungan dekat yang kokoh berlandaskan agama, perdagangan, dan budaya. Tarekat Sufi Tijaniyyah misalnya, memiliki pengikut luas di kedua negara. Bank dan perusahaan Maroko juga banyak berinvestasi di sektor keuangan dan pertanian Senegal, ditambah lagi program pertukaran pelajar dan festival budaya bersama.

Namun, tensi yang mencuat dari final AFCON dan kini diperparah oleh keputusan CAF ini telah menekan hubungan bilateral mereka. Sebelumnya, bulan lalu, 18 suporter Senegal dijatuhi hukuman penjara hingga satu tahun oleh pengadilan Maroko atas tuduhan hooliganisme di final, yang turut mendapat simpati dari pemerintah Senegal. Seydina Issa Laye Diop, presiden kelompok suporter timnas Senegal "12th Gainde", berharap insiden ini tidak merusak hubungan. Namun, ia juga menegaskan ada batasnya: "Jika ini terus berlanjut, bisa sedikit melukai harga diri rakyat Senegal."

Perjalanan hukum kasus ini diperkirakan akan panjang, mungkin hingga satu tahun. Tudingan korupsi terhadap CAF yang dilontarkan Senegal menambah kompleksitas dan seriusnya masalah ini. Kontroversi ini juga menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan transparansi tata kelola sepak bola di Afrika, yang berpotensi memiliki dampak jangka panjang pada kepercayaan publik dan negara-negara anggota terhadap badan pengaturnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook