HASIL PEMILU PRANCIS: KIRI JAYA DI PARIS, KANAN JAUH MERAYAP! - Berita Dunia
← Kembali

HASIL PEMILU PRANCIS: KIRI JAYA DI PARIS, KANAN JAUH MERAYAP!

Foto Berita

Hasil pemilihan wali kota di Prancis baru saja dirilis, menampilkan dinamika politik yang menarik dan penuh kejutan. Di Ibu Kota Paris, aliansi kiri berhasil mempertahankan dominasinya, sementara kekuatan sayap kanan jauh menunjukkan geliat signifikan di berbagai wilayah, memanaskan panggung politik jelang Pilpres 2027.

Emmanuel Gregoire, politisi dari Partai Sosialis yang memimpin koalisi kekuatan tradisional kiri, Partai Hijau, dan Komunis, dipastikan memenangkan kursi Wali Kota Paris. Kemenangan ini diraih dengan estimasi 51 hingga 53 persen suara, mengalahkan rival konservatifnya, Rachida Dati. Gregoire, yang sebelumnya menjabat wakil wali kota, berjanji akan menjadikan Paris sebagai “kota suaka” dan benteng melawan kekuatan sayap kanan.

Tak hanya di Paris, kemenangan partai kiri juga terlihat di kota terbesar kedua Prancis, Marseille. Wali Kota petahana dari Sosialis, Benoit Payan, berhasil kembali terpilih dengan perolehan 56,3 persen suara. Sementara itu, di Toulon, kandidat tengah-kanan Josée Massi memimpin dengan 53,5 persen suara. Hasil ini menjadi pukulan bagi Partai National Rally (RN) yang berhaluan sayap kanan jauh, yang gagal menguasai dua kota kunci di selatan Prancis ini.

Meski demikian, para petinggi RN menolak anggapan bahwa mereka mencapai 'batas kaca' dalam pemilu ini. Ketua RN, Jordan Bardella, bahkan mengklaim ini adalah 'terobosan terbesar' dalam sejarah partai di pemilihan kota. Pernyataan ini merujuk pada keberhasilan RN memenangkan kursi di daerah pemilihan lokal yang sebelumnya tak pernah mereka sentuh, termasuk kemenangan di kota selatan Perpignan dan beberapa kota kecil lainnya. Lebih lanjut, Eric Ciotti, sekutu RN, juga sukses memenangkan Nice, kota terbesar kelima di Prancis.

Secara keseluruhan, hasil pemilu ini memberikan gambaran tentang peta politik Prancis yang semakin terpolarisasi. Kemenangan aliansi kiri di Paris dan Marseille menunjukkan bahwa di pusat-pusat kota besar, sentimen progresif masih kuat dan mampu membendung laju sayap kanan jauh. Namun, konsolidasi dan lonjakan dukungan untuk RN di daerah lain, serta klaim 'terobosan terbesar' mereka, menjadi sinyal penting. Ini menunjukkan bahwa narasi anti-imigran dan nasionalis yang dibawa RN semakin meresap di sebagian masyarakat Prancis, memberikan tekanan signifikan pada partai-partai mapan menjelang pemilihan presiden pada tahun 2027 mendatang.

Selain itu, penampilan apik mantan Perdana Menteri Edouard Philippe yang kembali terpilih sebagai wali kota di Le Havre, juga patut dicatat. Performa lebih baik dari perkiraan ini memperkuat peluangnya untuk maju dalam bursa presiden 2027, menambah warna persaingan politik Prancis yang akan semakin memanas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook