NEGOSIASI DAMAI ALOT: PERANG TERUS BERKECAMUK! - Berita Dunia
← Kembali

NEGOSIASI DAMAI ALOT: PERANG TERUS BERKECAMUK!

Foto Berita

Putaran ketiga perundingan trilateral yang mempertemukan perwakilan Rusia, Ukraina, dan utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, sedang berlangsung di Jenewa, Swiss. Ini menjadi upaya terbaru untuk mengakhiri konflik yang akan genap berusia empat tahun minggu depan, namun progres yang diklaim masih belum ada bukti nyatanya.

Diskusi yang digelar tertutup sejak Selasa dan berlanjut Rabu pagi ini belum mengungkap detail substansial. Dua putaran sebelumnya di Abu Dhabi hanya menghasilkan pertukaran tawanan perang dan jenazah, gagal membuka jalan menuju kesepakatan damai yang diidamkan.

Poin krusial yang tetap menjadi ganjalan utama adalah isu wilayah, khususnya nasib Donbas di Ukraina timur. Kremlin bersikeras menuntut seluruh wilayah Donbas, meskipun belum sepenuhnya mereka kuasai. Sebaliknya, Kyiv menolak keras, mengingat konstitusi Ukraina melarang penyerahan wilayah.

Meskipun begitu, sinyal positif sempat muncul dari pihak AS. Utusan khusus Steve Witkoff lewat cuitannya di X mengatakan, Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk melaporkan perkembangan kepada para pemimpin masing-masing dan "terus bekerja menuju kesepakatan". Witkoff bahkan mengklaim adanya "kemajuan berarti" berkat peran mantan Presiden Trump.

Senada, negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, menyampaikan apresiasi kepada AS atas keterlibatan konstruktif mereka. Ia menyebut, setelah diskusi bersama, timnya melanjutkan pembahasan "isu praktis dan mekanisme solusi" dalam kelompok-kelompok kecil, serta akan melaporkan hasilnya kepada Presiden Volodymyr Zelenskyy dan mitra Eropa.

Namun, di sisi lain, Presiden Zelenskyy justru menyuarakan keraguan besar. Dalam pidato malamnya, ia menyoroti serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke seluruh Ukraina pada Selasa malam. "Ini dengan sangat jelas menunjukkan apa yang Rusia inginkan dan apa yang mereka incar," tegas Zelenskyy, menyiratkan inkonsistensi antara meja perundingan dan medan perang.

Kementerian Luar Negeri Rusia, melalui juru bicaranya Maria Zakharova, menepis kritik tersebut. Ia balik menyalahkan Kyiv dan "Eropa Barat" yang dianggap meremehkan negosiasi, serta menegaskan bahwa Rusia "berkali-kali" telah membuktikan keinginan tulusnya untuk berdamai.

Analisis:

Kondisi ini menunjukkan dilema pelik yang terus menyelimuti konflik Ukraina. Di satu sisi, ada dorongan diplomatik untuk mencari solusi, namun di sisi lain, realitas pertempuran yang tak henti-henti menimbulkan pertanyaan besar tentang kesungguhan masing-masing pihak. Klaim "kemajuan" yang disampaikan utusan AS mungkin lebih bersifat retorika diplomatik atau politis, mengingat substansi kesepakatan masih sangat jauh dari kata final. Bagi masyarakat sipil, ini berarti ketidakpastian dan penderitaan akan terus berlanjut. Serangan Rusia yang menewaskan empat orang dan memutus listrik puluhan ribu warga di selatan Ukraina, bahkan saat negosiasi berlangsung, adalah bukti nyata bahwa upaya damai masih berjuang melawan dentuman meriam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook