NEW DELHI – Duka menyelimuti ibu kota India. Sebuah kebakaran hebat melalap gedung bertingkat di kawasan padat penduduk Malviya Nagar, New Delhi selatan, pada Rabu (15/5/2024). Insiden ini merenggut nyawa sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya.
Kebakaran diduga berasal dari restoran di lantai dasar, lalu menjalar dengan cepat ke hotel di lantai atas. Asap hitam pebal memenuhi gedung, membuat puluhan orang terjebak. Video dari lokasi memperlihatkan korban berteriak minta tolong dari jendela sambil berusaha melompat ke tempat aman.
Petugas pemadam kebakaran New Delhi, dibantu warga setempat, berhasil mengevakuasi lebih dari 40 orang. Namun, banyak korban ditemukan sudah tak bernyawa. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti api, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dan minimnya alat pemadam kebakaran.
Yang memilukan, beberapa korban adalah warga negara asing yang datang ke India untuk berobat. New Delhi memang terkenal sebagai pusat wisata medis, dan para pasien sering menginap di hotel-hotel murah di sekitar rumah sakit.
Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa dan menjanjikan santunan sebesar 200.000 rupee (sekitar Rp38 juta) bagi setiap keluarga korban.
Analisis Dampak: Tragedi ini kembali membuka luka lama tentang lemahnya penerapan aturan keselamatan bangunan di India. Di kota-kota padat seperti New Delhi, banyak gedung tua yang disulap jadi hotel atau restoran tanpa memenuhi standar keamanan kebakaran. Tangga sempit, pintu darurat terkunci, dan kabel listrik sembarangan jadi bom waktu. Kejadian ini jadi peringatan keras bagi negara-negara berkembang lain, termasuk Indonesia, untuk lebih ketat mengawasi bangunan komersial di kawasan padat penduduk.