Di balik gemerlap pantai Agadir, Maroko, ada aktivitas unik yang dilakukan Mustapha Harmouch. Pria 33 tahun ini bukan sedang mencari kerang atau berjemur, melainkan menyapu pasir dengan detektor logamnya. Bagi Harmouch, sensasi sesungguhnya bukanlah menemukan emas atau harta karun, melainkan rasa penasaran yang menggelitik: benda apa yang tersembunyi di bawah pasir?
Detektor logam memang tak bisa membedakan antara koin berharga, sampah aluminium, atau peralatan pancing bekas. Semua memicu bunyi 'beep' yang sama. Namun justru ketidakpastian inilah yang membuat pria yang juga aktif sebagai kreator konten di kanal YouTube Stofishing ini ketagihan. Hobi yang dimulai empat tahun lalu ini telah membawanya menemukan berbagai artefak menarik, mulai dari koin kuno dari era Kesultanan Maroko hingga mata uang asing.
Salah satu temuan paling berkesan terjadi di kota pesisir Sidi Ouassay. Di sana, ia berhasil mengangkat 14 koin falus (koin tembaga atau perunggu kuno) dalam satu titik. Beberapa koin sudah rusak dimakan garam dan zaman, namun ada satu koin yang diperkirakan berasal dari tahun 1289 kalender Hijriah. Meski nilai jualnya mungkin tidak fantastis, Harmouch menyimpan koin-koin itu sebagai memorabilia dan jendela untuk belajar sejarah.
Meski fokus pada sejarah, Harmouch tetap menjunjung etika. Ia mengaku selalu berusaha mengembalikan barang berharga yang ditemukan, seperti cincin emas, kepada pemiliknya yang sah. Aktivitas ini juga ia lakukan bersama komunitas Moroccan Association for Research and Exploration Enthusiasts, biasanya di area Pantai Taghazout dan Corniche Agadir yang relatif bersih dari sampah.
Analisis Dampak: Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi sederhana dapat menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap sejarah lokal. Di sisi lain, aktivitas ini menyoroti pentingnya regulasi perlindungan benda purbakala (seperti Law 22-80 di Maroko) agar penemuan bersejarah tidak diperjualbelikan secara ilegal, melainkan dijaga untuk edukasi publik.