Sebuah film dokumenter-drama yang menyayat hati, 'The Voice of Hind Rajab', berhasil menembus nominasi Academy Awards atau Oscar untuk kategori Film Fitur Internasional Terbaik. Film ini bukan sekadar karya sinema, melainkan potret kelam kisah nyata seorang gadis Palestina berusia lima tahun, Hind Rajab, yang tewas bersama keluarganya dalam serangan Israel di Gaza pada awal 2024 lalu.
Disutradarai oleh Kaouther Ben Hania asal Prancis-Tunisia, film ini secara gamblang menguak tragedi melalui perpaduan rekaman suara panggilan darurat asli dan dramatisasi adegan. Rekaman audio yang mengerikan itu berasal dari panggilan Hind ke Bulan Sabit Merah Palestina. Kala itu, ia terjebak di dalam mobil yang penuh lubang peluru bersama jasad bibi, paman, dan ketiga sepupunya yang sudah meninggal akibat serangan Israel.
Momen pilu itu berlanjut. Tim penyelamat Bulan Sabit Merah berjuang menenangkan Hind yang ketakutan, namun nahas, gadis kecil itu akhirnya menyusul keluarganya. Tragisnya, dua petugas ambulans yang datang untuk menyelamatkannya pun ikut tewas.
Rekaman panggilan telepon Hind sempat viral di media sosial, memicu gelombang kemarahan internasional terhadap serangan Israel yang menyasar warga sipil. Ben Hania, sang sutradara, menegaskan bahwa motivasinya membuat film ini adalah agar suara Hind Rajab bisa menggema ke seluruh dunia. "Ketika suara gadis kecil ini tidak didengar saat dibutuhkan, obsesi utama saya adalah bagaimana membuat suaranya bergema ke seluruh dunia," ujarnya, menyiratkan bahwa nominasi Oscar ini adalah sorotan yang sangat dibutuhkan.
Fakta Mengejutkan di Balik Tragedi: Awalnya, pemerintah Israel mengklaim tidak ada pasukannya di lokasi saat keluarga Rajab tewas. Mereka bahkan menyebut 335 lubang peluru di mobil keluarga itu adalah hasil baku tembak antara tentara Israel dan pejuang Palestina. Namun, investigasi independen oleh Forensic Architecture, sebuah kelompok riset yang berbasis di London, membantah klaim tersebut. Berdasarkan citra satelit dan analisis audio, investigasi itu hanya menemukan keberadaan beberapa tank Merkava Israel di sekitar mobil keluarga Rajab, tanpa ada bukti baku tembak.
Tragedi Hind Rajab hanyalah satu dari ribuan kisah pilu di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, sejak perang dimulai, setidaknya 71.551 warga Palestina tewas dan 171.372 lainnya terluka akibat serangan Israel, mayoritas adalah anak-anak. UNICEF, badan PBB untuk anak-anak, bahkan menyebut lebih dari 100 anak Palestina tewas di Gaza sejak gencatan senjata dimulai Oktober tahun lalu, menunjukkan betapa rentannya kehidupan anak-anak di tengah konflik.
Nominasi Oscar bagi 'The Voice of Hind Rajab' menjadi pengingat keras bahwa sinema bukan hanya pelarian, tapi bisa menjadi cerminan kebenaran yang tak boleh kita palingkan. Ini adalah seruan agar dunia tidak menutup mata terhadap realitas pahit di Gaza.