Jakarta - Senator Amerika Serikat Chris Murphy, politikus senior Partai Demokrat yang dikenal vokal mengkritik Presiden Donald Trump, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami stroke. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh kepala stafnya, Allison Herwitt, pada Minggu (2/11).
Murphy sebelumnya mengeluh mati rasa di lengan dan langsung mencari perawatan medis. Saat ini, ia dirawat intensif di John Hopkins, salah satu rumah sakit terbaik di AS. Tim medis menyebut kondisi Murphy sudah membaik, ia sadar, dan responsif terhadap pengobatan. "Dokter optimistis ia akan pulih total," ujar Herwitt dalam pernyataannya.
Insiden ini terjadi tepat sebelum pemilihan sela (midterms) hari Selasa yang akan menentukan kendali Kongres. Meski Murphy tidak sedang mencalonkan diri dalam pemilu kali ini, namanya digadang-gadang sebagai kandidat kuat presiden pada 2028 mendatang.
Sebagai senator senior dari Connecticut yang telah menjabat 20 tahun, Murphy memegang posisi kunci di Komite Appropriations (yang mengatur anggaran pemerintah) dan Komite Hubungan Luar Negeri. Ia baru saja melakukan tur ke Timur Tengah bulan lalu dan sempat berselisih dengan Pentagon terkait akses ke pangkalan militer di Qatar.
Kritik tajamnya terhadap kebijakan perang Iran dan pemerintahan Trump membuat sosoknya menjadi sorotan. Murphy bahkan berjanji akan menahan pendanaan perang jika Demokrat menang di Senat. Menanggapi kabar sakitnya Murphy, Trump mengaku terkejut dan mendoakan kesembuhan, meski keduanya dikenal sebagai lawan politik yang keras.