PASAR SAHAM ASIA MELONJAK, SAATNYA BELI SAHAM AI? - Berita Dunia
← Kembali

PASAR SAHAM ASIA MELONJAK, SAATNYA BELI SAHAM AI?

Foto Berita

JAKARTA - Angin segar kembali bertiup di bursa saham global. Setelah Wall Street ditutup cerah berkat performa gemilang saham teknologi, pasar Asia langsung menyambut euforia yang sama pada perdagangan Rabu kemarin.

Di Amerika Serikat, indeks Nasdaq Composite yang sarat akan saham teknologi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,18 persen. Sementara itu, S&P 500 naik 0,6 persen dan Dow Jones menguat tipis 0,03 persen. Raksasa otomotif listrik Tesla menjadi bintang dengan kenaikan 4,04 persen, disusul Amazon (1,61 persen), serta Apple dan Alphabet yang masing-masing naik sekitar 0,9 persen. Nvidia, perusahaan publik paling bernilai di dunia, juga ikut menguat hampir 1 persen setelah mengumumkan investasi jumbo 3 miliar dolar AS pada penawaran ekuitas Meta.

Gelombang optimisme ini merambat cepat ke Asia. Bursa Korea Selatan (KOSPI) mencatat kenaikan paling fantastis, melesat 6,63 persen. Pemicu utamanya adalah laporan keuangan kuartal ketiga yang membludak dari SK Hynix, salah satu produsen chip memori terbesar dunia. Laba operasional perusahaan itu meledak sekitar 630 persen secara tahunan menjadi 83,33 triliun won atau setara 62,4 miliar dolar AS. Alhasil, saham SK Hynix di Korea langsung terbang 10,89 persen.

Sentimen positif juga dirasakan bursa lainnya. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 1,08 persen, TAIEX Taiwan melonjak 2,04 persen, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,33 persen menjelang penutupan.

Analis pasar dari AJ Bell London, Dan Coatsworth, menilai reli saham-saham terkait AI seperti CoreWeave, Western Digital, dan Super Micro Computer menunjukkan bahwa investor belum kapok dengan tren kecerdasan buatan. "Saham-saham ini menjadi ujian lakmus suasana pasar. Mereka biasanya turun saat investor khawatir cerita AI kehabisan tenaga, dan naik saat semangat pasar sedang tinggi," ujarnya.

Namun, Coatsworth mengingatkan adanya tanda tanya besar. "Yang belum diketahui pasti adalah apakah ini awal reli baru saham AI, atau hanya pantulan kelegaan setelah sempat ada keraguan soal seberapa lama momentum positif bisa bertahan," tambahnya.

Ke depan, investor kini menanti laporan keuangan raksasa teknologi. Microsoft dan Alphabet dijadwalkan melapor pada Rabu, disusul Amazon Kamis dan Apple Senin depan. Sementara itu, raksasa AI Anthropic resmi mengajukan dokumen untuk IPO yang sangat dinanti, meski mencatat kerugian bersih 80,7 miliar dolar AS pada paruh pertama 2026 dari pendapatan 16,3 miliar dolar AS.

Dampak bagi Masyarakat: Lonjakan saham teknologi ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor ritel di Indonesia yang memiliki reksa dana atau portofolio saham global. Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap volatilitas tinggi, mengingat sektor AI masih menyimpan spekulasi besar terkait keberlanjutan investasi masif perusahaan teknologi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook