TEMBAK JATUH JET IRAN: APA INI AWAL PERANG UDARA? - Berita Dunia
← Kembali

TEMBAK JATUH JET IRAN: APA INI AWAL PERANG UDARA?

Foto Berita

QATAR – Ketegangan di Timur Tengah mencapai babak baru yang mengkhawatirkan. Kementerian Pertahanan Qatar mengumumkan pihaknya berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur jenis SU-24 milik Iran. Insiden ini terjadi di tengah gelombang balasan serangan udara Iran terhadap target-target di beberapa negara menyusul serangan fatal Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.

Tak hanya pesawat, militer Qatar juga mencegat tujuh rudal balistik dan lima drone yang ditembakkan Iran. Menurut pernyataan resminya pada Senin kemarin, ancaman itu segera diatasi begitu terdeteksi, memastikan semua proyektil dijatuhkan sebelum mencapai targetnya. Qatar mengambil tindakan ini sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai "penargetan wilayah Qatar yang sembrono dan tidak bertanggung jawab" oleh Iran.

Iran sendiri melancarkan serangkaian serangan balasan ke berbagai sasaran di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Serangan Iran ini diklaim sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel yang menewaskan ratusan orang, termasuk beberapa pejabat senior Iran, bahkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan hak negaranya untuk membela diri "dengan segenap kekuatan" demi kedaulatan dan integritas wilayah.

Insiden penembakan jet tempur ini menandai peningkatan militer yang signifikan, bahkan disebut sebagai "awal pertempuran udara-ke-udara" oleh seorang jurnalis Al Jazeera di Doha, mengindikasikan konflik yang semakin tidak terkendali dan berpotensi meluas. Belum ada komentar langsung dari Iran terkait klaim Qatar ini. Namun, serangan Iran sebelumnya telah menuai kecaman dari beberapa negara regional dan AS, yang menyatakan serangan rudal dan drone Iran "sembrono dan tidak pandang bulu" serta membahayakan warga sipil dan infrastruktur. Mereka juga menegaskan hak untuk membela diri dari serangan tersebut. Konflik ini semakin menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya gejolak di kawasan yang sudah bergejolak.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook