Pasukan Israel resmi mencabut penutupan total (lockdown) selama 10 hari di Hebron, wilayah pendudukan Tepi Barat. Meski pembatasan di kota itu berakhir, kekerasan belum sepenuhnya reda. Laporan Al Jazeera menyebut pasukan Israel justru melanjutkan serangan terhadap sebuah sekolah di al-Mughayyir. Situasi ini menunjukkan bahwa meski operasi militer di satu titik dinyatakan selesai, tekanan terhadap warga sipil Palestina di area lain masih berlangsung.
Bagi masyarakat, pencabutan lockdown di Hebron membawa angin segar untuk aktivitas harian warga. Namun, insiden di al-Mughayyir menjadi pengingat bahwa ketegangan di Tepi Barat masih tinggi. Sekolah sebagai fasilitas sipil seharusnya menjadi zona aman, sehingga serangan terhadap institusi pendidikan menuai keprihatinan serius dari berbagai pihak internasional.