Serangan udara Israel kembali mengguncang kawasan selatan Beirut, Lebanon. Kali ini, targetnya adalah sebuah gedung hunian bertingkat yang diklaim oleh militer Israel sebagai pusat komando kelompok Hizbullah. Tim Al Jazeera yang berada di lokasi melaporkan, bangunan tersebut hancur rata dengan tanah, meninggalkan tumpukan puing dan kepulan asap tebal.
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan segera menandatangani kesepakatan baru. Pernyataan Trump itu sontak memicu spekulasi bahwa serangan Israel mungkin merupakan upaya untuk menggagalkan atau memberikan tekanan sebelum negosiasi tersebut terlaksana. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran maupun pemerintah Lebanon terkait klaim kesepakatan tersebut.
Dampak dari serangan ini langsung terasa bagi warga sipil. Ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal dalam sekejap. Rumah sakit setempat kewalahan menangani korban luka yang berjatuhan. Selain itu, serangan ini berpotensi memicu eskalasi baru di perbatasan Lebanon-Israel, mengingat Hizbullah dipastikan akan membalas. Situasi ini membuat warga sipil di kedua sisi perbatasan hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan akan perang skala penuh.