VATIKAN, (Media Online) - Kabar baik datang dari Vatikan. Paus Leo dipastikan tetap melanjutkan rencana perjalanan apostoliknya ke Amerika Selatan pada November mendatang, meski baru saja menjalani operasi pengangkatan tumor di paru-paru kanannya.
Paus berusia 71 tahun ini didiagnosis menderita kanker paru-paru dan telah menjalani operasi selama 90 menit di Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada 13 Oktober lalu. Tim medis menyatakan kondisi klinisnya sangat memuaskan dan kanker tersebut masih terlokalisasi, sehingga tidak ada alasan medis untuk membatalkan perjalanan.
Dalam keterangan resminya, Vatikan menyebut Paus Leo akan mengunjungi 10 kota di tiga negara, yaitu Uruguay, Argentina, dan Peru, pada 6-17 November 2024. Perjalanan akan dimulai dari Uruguay pada 8 November, dilanjutkan ke Argentina (11-17 November) dengan agenda utama di Buenos Aires, dan berakhir di Peru selama enam hari.
Perjalanan ke Peru memiliki makna historis mendalam bagi Paus Leo. Sebelum menjadi Paus, ia pernah tinggal dan berkarya sebagai misionaris di Peru selama hampir tiga dekade sejak 1985. Ia bahkan memiliki kewarganegaraan Peru. Kunjungan ini juga akan menyasar kelompok muda, perempuan penggerak dapur komunitas, dan masyarakat adat setempat.
Meski demikian, Vatikan mengonfirmasi bahwa Paus Leo membatalkan kunjungan ke Assisi yang dijadwalkan 27 Oktober mendatang atas rekomendasi dokter. Saat ini, ia tengah menyesuaikan jadwal harian untuk memprioritaskan pemulihan sambil tetap menjalankan tugas kepausan.
Analisis Dampak: Kelanjutan perjalanan ini menjadi sinyal positif stabilitas kepemimpinan Vatikan di tengah kekhawatiran kesehatan Paus. Bagi masyarakat Amerika Selatan, khususnya Peru, kunjungan ini memperkuat ikatan emosional dan spiritual dengan pemimpin gereja yang pernah hidup bersama mereka. Pesan Paus yang menyatakan "menantikan kembali dengan sukacita besar" menjadi penguat moral bagi umat Katolik di kawasan tersebut yang merindukan kehadiran sosok pemersatu.