Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menutup fasilitas penahanan imigran kontroversial yang dijuluki 'Alligator Alcatraz' di Florida. Penutupan ini dilakukan setelah seluruh tahanan imigran dipindahkan ke lokasi lain.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyebutkan pemindahan dilakukan karena khawatir akan datangnya musim badai Atlantik. Namun para pengamat menilai penutupan ini tak lepas dari tekanan publik dan gugatan hukum yang terus menerpa.
Fasilitas yang terletak di dalam Cagar Alam Big Cypress, Florida Selatan, ini memang menuai kontroversi sejak awal beroperasi pada Juli 2024. Para tahanan melaporkan kondisi memprihatinkan, mulai dari ditolaknya akses ke pengacara, kelalaian medis, hingga makanan yang bercampur belatung.
Juru bicara DHS, Lauren Bis, mengatakan pemindahan dilakukan demi keselamatan para tahanan. Namun ia tidak merinci berapa jumlah tahanan yang dipindahkan atau ke mana mereka dibawa.
Laporan media lokal menyebutkan, fasilitas yang dijuluki 'Alligator Alcatraz' ini menghabiskan biaya operasional yang sangat besar karena lokasinya yang terisolasi. Nama 'Alligator Alcatraz' sendiri diambil dari penjara terkenal di Pulau Alcatraz, San Francisco.
Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, sebelumnya sempat menyombongkan lokasi rawa sebagai pengaman alami. 'Jika mereka kabur, tak ada yang menanti selain buaya dan ular piton,' ujarnya saat peresmian.
Namun kenyataannya, kondisi itu justru menjadi bumerang. Kelompok hak asasi manusia dan pengacara mempertanyakan kelayakan hunian sementara di tengah cuaca ekstrem Florida. Musim badai yang berlangsung Juni hingga November membuat fasilitas darurat ini rawan bencana.
Amy Godshall, pengacara dari American Civil Liberties Union (ACLU), menyambut baik penutupan ini. 'Memindahkan orang dari fasilitas kejam ini adalah langkah penting, tapi itu tidak menghapus luka yang sudah terjadi,' tegasnya.
Para pemimpin suku asli Miccosukee dan Seminole juga menentang pembangunan pusat penahanan ini karena dianggap merusak situs upacara dan pemukiman leluhur mereka di dekat rawa Everglades.