TERBONGKAR! ANCAMAN TRUMP IRAN 'ZAMAN BATU', APA MAKSUDNYA? - Berita Dunia
← Kembali

TERBONGKAR! ANCAMAN TRUMP IRAN 'ZAMAN BATU', APA MAKSUDNYA?

Foto Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pernah menggegerkan publik dengan ancamannya untuk mengebom Iran "kembali ke zaman batu". Tak lama berselang, Menteri Pertahanan kala itu, Pete Hegseth, ikut memperkuat retorika tersebut di media sosial. Tapi, apa sebenarnya makna di balik ancaman ekstrem ini? Dan apa dampaknya jika skenario mengerikan itu benar-benar terjadi?

Frasa 'kembali ke zaman batu' ini secara umum diartikan sebagai 'carpet bombing' atau pengeboman besar-besaran yang bertujuan menghancurkan seluruh infrastruktur modern sebuah negara hingga kembali ke kondisi primitif. Trump sendiri saat itu menyebut, "Kami akan menghantam mereka sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan mengembalikan mereka ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada."

Namun, ancaman dari Trump dan AS ini sebenarnya bukan hal baru. Washington punya rekam jejak puluhan tahun dalam melontarkan ancaman serupa selama kampanye militer mereka, dan tak jarang ancaman itu benar-benar direalisasikan. Para analis bahkan sudah memperingatkan bahwa 'carpet bombing' seperti itu merupakan kejahatan perang.

Menurut Janina Dill, seorang profesor keamanan global dari University of Oxford, jika ancaman Trump ini bermaksud menghancurkan infrastruktur yang menjadi ciri khas masyarakat modern, maka tindakan itu ilegal. Pasalnya, ini berarti serangan diarahkan langsung pada objek-objek sipil seperti fasilitas energi, telekomunikasi, industri, pendidikan, budaya, hingga medis. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) bahkan secara tegas melarang penargetan objek sipil secara sengaja selama masa perang.

Lebih jauh, para ahli menilai ancaman semacam ini bukan hanya menyasar rezim penguasa, tapi juga berpotensi menjadi perang melawan rakyat dan masyarakat Iran secara keseluruhan. Ini sangat ironis, mengingat Iran adalah rumah bagi salah satu peradaban manusia tertua di dunia, dengan sejarah panjang dalam ilmu pengetahuan, kedokteran, dan filsafat jauh sebelum Amerika Serikat berdiri.

Faktanya, konflik antara AS dan Israel melawan Iran sendiri sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Hingga kini, lebih dari 2.000 warga Iran dilaporkan tewas. Ribuan situs sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, universitas, dan pabrik farmasi, telah jadi sasaran serangan. Ancaman yang bernada kejahatan perang ini bukan sekadar retorika kosong. Jika benar-benar diwujudkan, dampaknya bisa sangat fatal: memicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang lebih luas, menyebabkan krisis kemanusiaan masif, dan menciptakan gelombang kecaman internasional. Hal ini juga berpotensi memperparah sentimen anti-Amerika dan mengacaukan stabilitas regional secara drastis, menjauhkan prospek perdamaian yang berkelanjutan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook