Sebanyak 12 mantan pejabat Amerika Serikat yang mundur dari pemerintahan Joe Biden bikin geger. Mereka menuntut para calon presiden dari Partai Demokrat untuk Pilpres 2028 agar berani menolak kebijakan AS terhadap Gaza. Dalam pernyataan bersama bertajuk "Gaza Resignees" yang dirilis Rabu, mereka menegaskan pengunduran diri sebagai bentuk protes atas dukungan "ilegal dan tanpa syarat" Washington terhadap aksi militer Israel di Gaza.
Para mantan pejabat ini menuntut pertanggungjawaban paling mendasar: jangan pernah pekerjakan kembali pejabat yang bertanggung jawab melancarkan kebijakan tersebut. Mereka mendesak para kandidat 2028 untuk berkomitmen tidak merekrut siapa pun yang terlibat langsung dalam mendukung operasi militer Israel. Kelompok ini juga menyoroti sikap sejumlah "arsitek" kebijakan Gaza era Biden yang kini berupaya kembali ke tampuk kekuasaan sambil mencuci tangan dari tanggung jawab moral.
Desakan ini muncul di tengah tekanan publik yang meningkat. Berbagai organisasi hak asasi manusia dan penyelidik PBB menilai perang Israel di Gaza telah mencapai level genosida. Data otoritas kesehatan Palestina mencatat lebih dari 74.000 warga tewas dan 175.000 lainnya luka-luka sejak Oktober 2023. Kebijakan Biden sendiri menuai kecaman keras dari legislator progresif seperti Rashida Tlaib dan Wali Kota New York Zohran Mamdani, yang vokal menentang dukungan AS terhadap Israel.
Dalam pernyataannya, para mantan pejabat itu mendesak para kandidat Demokrat untuk mengucapkan tiga sumpah. Pertama, menjunjung konstitusi dan kepentingan nasional AS. Kedua, mengakui keterlibatan AS dalam genosida di Gaza lewat pasokan senjata, pendanaan, dan dukungan diplomatik. Ketiga, berkomitmen membangun pemerintahan yang tidak memberi ruang bagi para arsitek kebijakan kontroversial tersebut. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa isu Gaza bakal jadi ujian politik panas bagi Demokrat menuju 2028.