Jalanan Iran porak-poranda pasca-serangan udara dahsyat yang melumpuhkan kota. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu mencari korban di balik tumpukan reruntuhan, sementara warga bahu-membahu dengan penerangan seadanya mencari orang-orang terkasih mereka.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan skala kerusakan yang luar biasa, dengan gedung-gedung rata dengan tanah dan puing-puing berserakan di mana-mana. Lebih parah lagi, serangan udara tersebut juga memadamkan listrik di sejumlah wilayah, menambah kesulitan bagi proses evakuasi dan pencarian. Kegelapan total menyelimuti area terdampak, memaksa warga menggunakan senter dan obor untuk menembus pekatnya malam.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan, lebih dari 1.500 jiwa melayang akibat konflik yang disebut-sebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel ini. Angka ini kemungkinan besar masih akan bertambah mengingat proses pencarian dan identifikasi yang belum usai.
Situasi ini bukan sekadar bencana lokal, tapi juga mengindikasikan eskalasi konflik yang membahayakan stabilitas regional. Keterlibatan AS dan Israel dalam 'perang' ini menyoroti tensi geopolitik yang sangat tinggi di Timur Tengah. Dunia khawatir bahwa konflik ini bisa meluas, memicu krisis kemanusiaan yang lebih besar dan mengancam perdamaian global. Bantuan kemanusiaan dan upaya de-eskalasi mendesak dibutuhkan untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban.